Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

SMA N 7 Yogyakarta Menuju Sekolah Kategori Mandiri (SKM)

Tuesday Wage, 26 June 2007 — Pendidikan, Seveners

SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam rangka mensikapi UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka profil Sekolah Kategori Mandiri. Berbagai upaya yang dilakukan oleh SMAN7 Yogyakarta yang berhubungan dengan SKM dapat diformulasikan sebagai berikut:

  1. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan; Sekolah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat komponen yang dipersyaratkan dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Penyusunan KTSP dilakukan secara mandiri oleh sekolah berdasarkan 7 (tujuh) prinsip pengembangan kurikulum dan acuan operasional penyusunan KTSP. Peserta didik mencapai kompetensi sesuai standar isi dan SKL dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Dalam konteks ini SMA Negeri 7 Yogyakarta dari berbagai unsur diantaranya kepala sekolah, guru mata pelajaran dan guru pembimbing telah berusaha membenahi kurikulum KTSP SMA Negeri 7 Yogyakarta dan secara faktual dengan KKM tersebut tidak menjadi masalah.
  2. Standar Proses; Sekolah mempunyai perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesusai dengan rencana, melakukan penilaian dengan berbagai cara, melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh proses pendidikan yang terjadi di sekolah untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada tujuh prinsip pelaksanaan kurikulum. Sekolah telah menerapkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Dalam konsep SKS SMA Negeri 7 Yogyakarta sedang mempelajari yang berkaitan dengan pelaksanaan nanti terutama mengenai beban dan bobot yang harus ditempuh oleh perserta didik dari kelas X sampai dengan XII. SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam proses pembelajaran bersama guru-guru dan civitas akademika yang lain dan terkait berusaha menerapkan ICT sebagai sarana penunjang pembelajaran.
  3. Pengelolaan; Sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Untuk mendukung penerapan MBS sekolah memiliki/telah mengembangkan berbagai aturan untuk menjamin ketertiban sekolah dalam melaksanakan program-programnya. Dalam pengelolaan persekolahan SMA Negeri 7 Yogakarta berusaha menerapkan MBS dan menjalain kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta diantaranya dalam aplikasi ilmu terapan yang secara faktual tidak ada di SK dan KD tetapi tetap berorientasi pada kedua tersebut diatas. Perguruan tinggi sebagai mitra kerja baik negeri maupun swasta yaitu : UGM, UNY, UAD, UII, UMY, UKDW, USD, UAJY, STIE YKPN serta MSD, dan Provider Internet GSP Internasional PT Widya Intersat Nusantara.
  4. Sarana; Sekolah memiliki seluruh kebutuhan sarana dan prasarana, mendayagunakan dan memanfaatkannya secara optimal didukung sistem perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Untuk menunjang pelaksanaan SKM SMA Negeri 7 Yogakarta berusaha melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran yang berbasis ICT diantaranya semua laboratorium sudah terpasang LCD, Komputer dan jaringan terkoneksi dengan internet (Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, IPS, AVA, TIK, Ruang Sidang, Ruang Guru, Ruang BP, Ruang Perpustakaan) sebagai penunjang proses pembelajaran. Tim TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta menuju Sekolah Mandiri, memberikan fasilitas pembelajaran berbasis web, yaitu Koran Seveners dan Kerjasama E-Learning dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
  5. Ketenagaan: Sekolah memiliki tenaga guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi jabatan/profesi yang diemban dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional. Dalam ketenagaan untuk guru SMA Negeri 7 Yogyakarta 90% sudah sarjana (S.1) dan 10% S-2. Dari Pihak sekolah dan Komite mengharapkan para guru untuk bisa melanjutkan studinya ke S-2.
  6. Pembiayaan, Sekolah dapat membiayai seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, yang dapat digali oleh sekolah. Disamping dana dari Komite sekolah SMA Negeri 7 Yogyakarta berusaha mencari dana diluar APBS baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah maupun dari donatur untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang sifatnya tidak mengikat diantaranya dengan Perbankan BPD DIY, BTN.
  7. Penilaian; Hasil belajar siswa diperoleh melalui kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar aspek kognitif pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dilakukan melalui ujian nasional. Penilaian hasil belajar aspek kognitif dan/atau psikomotor pada kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian, kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, kelompok mata pelajaran jasmani olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui pengamatan oleh pendidik yang nilai akhir ditentukan melalui sidang dewan pendidik. Untuk mengetahui pencapaian belajar siswa pada ujian nasional dan ujian sekolah beserta persiapan yang dilakukan sisiwa, guru dan sekolah dalam menghadapai ujian dilakukan pemantauan.

Referensi: Pedoman SKM

5 tanggapan

  1. Ifah — 10 July 2007 pukul 11:16 WIB

    Untuk Pembelajaran berbasis ICT apa saja yang dipersiapkan di SMAN 7 , mungkin kami bisa mengikuti jejak yang telah dilaksanakan di SMAN7 Yk

  2. Eustachius Hagni Wardoyo — 24 October 2007 pukul 11:49 WIB

    Assalamu’alaikum
    Saya adalah alumni SMA 7 Yogyakarta tahun 1996 dengan nomor induk 2004. Salut dan selamat buat kemajuan SMA 7 , ini terbukti dari kinerja guru dan karyawan, prestasi murid dan almuni dan prestise sekolah yang meroket dengan diberikannya award sekolah unggulan Januari 2006 lalu dan sekolah kategori mandiri (SKM)nya. Tentu sebagai alumni saya bangga SMA 7 mampu memetik hasil kerja kerasnya selama ini, untuk guru-guruku pak Bandono keep all the good work dapat salam dari ibu saya di Jogja, ibu Nur Math yang telah memberikan kesempatan buat saya mengikuti seleksi olimpiade matematika dan guru-guru lain salam hormat dari saya. Saat ini saya bekerja sebagai staf akademik di fakultas kedokteran universitas mataram. Jika ada yang berlibur ke Lombok silahkan hubungi kami. Viva smaven, seveners!

  3. Dyah — 22 May 2008 pukul 1:46 WIB

    Assalamualaikum Pak Bandono…
    Sukses utk SMA 7 ya…
    Ada kabar kegiatan para alumni gak pak..
    Maturnuwun..

    Dyah (alumnus ’97)

  4. exwantoro — 29 July 2008 pukul 2:59 WIB

    ho.oo kapan ya pak ada temu alumni gitu..
    kangen sama temen 2 dulu

    exwan.. lulus 1995

  5. diana — 15 December 2008 pukul 12:46 WIB

    assalamualaikum

    pak, saya bs dikirimin format RAPBS tdk pak?

    penting banget nih pak, untuk memenuhi tugas mata kuliah sumber dana pendidikan.

    kalau bisa tolong dikirim ke email saya ya pak?

    alamat email saya diananoviwulansari@yahoo.co.id

    sebelumnya makasih banyak pak.

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: