Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Tuesday Kliwon, 25 September 2007 — Pendidikan, Seveners

Di awal tahun ajaran 2007/2008 banyak sekolah mengalami kendala dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengingat dalam penyusunan harus dimulai dan berangkat dari mana??? Wajar kalau setiap sekolah mengalami banyak kendala walaupun persoalannya berbeda-beda tapi substansinya sama yaitu bagaimana kurikulum itu bisa jadi dengan berbagai cara ada yang langsung copy paste dari hasil browsing dari internet pada hal itu bukan yang diharapkan.

Harapan dari Dinas Pendidikan baik itu di level Propinsi maupun Kota Madya dan Kota Kabupaten bahwa produk kurikulum sekolah yang diberi label Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan sebuah kurikulum yang benar-benar dibuat oleh sekolah yang meilibatkan unsur kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, konselor, komite sekolah dan nara sumber, sehingga dengan sinerginya unsur-unsur tersebut akan menemukan kemudahan dalam proses pembuatan kurikulum.

Untuk mempermudah dalam penyusunan komponen kurikulum perlu dibentuk sebuah team, dimana tim ini mengkoordinasikan dan mengakomodasikan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada dalam proses penyusunan. Adapun tim yang bisa dikelompokkan menjadi rumpun mata pelajaran IPA, dan IPS serta team kurikulum inti dimana masing-masing bekerja sesuai dengan draf yang kita buatkan dalam konsep blue print sebagai pijakan untuk bekerja tim dalam merumuskan KTSP.

Contoh :
Sistematika KTSP SMA Negeri 7 Yogyakarta

Halaman/ Penetapan/ Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Landasan
  3. Visi dan Misi SMA N 7 Yogyakarta
  4. Tujuan dan Motto SMA N 7 Yogyakarta
  5. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

BAB II ANALISIS KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH

  1. Lingkungan Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
  2. Keadaan Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
  3. Personil Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
    1. Pendidik
    2. Kepala Sekolah
    3. Karyawan
  4. Peserta Didik SMA N 7 Yogyakarta
  5. Profil Orang Tua Peserta Didik SMA N 7 Yogyakarta
  6. Kerja Sama SMA N 7 Yogyakarta
  7. Prestasi Sekolah SMA N 7 Yogyakarta

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1. Kelompok Mata Pelajaran
  2. Struktur Kurikulum SMA
    1. Mata Pelajaran
    2. Muatan Lokal
    3. Kegiatan Pengembangan Diri
    4. Beban Belajar
    5. Ketuntasan Belajar
    6. Pedoman Penilian
    7. Kenaikan Kelas, Penjurusan, Kelulusan dan Mutasi
    8. Pendidikan Kecakapan Hidup
    9. Keunggulan Lokal dan Global

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

  1. Awal Tahun Ajaran
  2. Waktu Belajar
  3. Kegiatan Akhir Tengah Semester
  4. Kegiatan Camping Ilmiah Seveners (CIS) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) KIR
  5. Libur Sekolah
  6. Jadwal Kegiatan

BAB V PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP

  1. Silabus
    1. Pengertian
    2. Prinsip-prinsip Pengembangan
    3. Pengembangan Silabus
    4. langkah-langkah Pengembangan
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  3. Pedoman Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal

DAFTAR LAMPIRAN

69 tanggapan

  1. lovely imuet — 19 November 2010 pukul 22:50 WIB

    tolong saya donk,saya baru 3 bln ditaman kanak-kanak.saya blm paham bagaimana cara membuat kurikulum KTSP TK,terutama pada dokumen I pada bagian struktur muatan kurikulumnya.tolong ya…? trims.

  2. lovely imuet — 19 November 2010 pukul 22:58 WIB

    bapak/ibu yang baik hati,kalau mau membantu saya mencarikan struktur muatan kurikulum TK sebagai sample,jangan lupa tolong kirim ke email saya ya ? lovelyimuet96@yahoo.com.tolong ya ….??

  3. musf — 2 January 2011 pukul 12:21 WIB

    Aww. Pak Bandono sy ingin kalau boleh ingin tahu isi KTSP SMAN 7 yang lengkap, buat studi banding sekolah kami dalam pengembangan KTSP selanjutnya. kalau boleh dikirim ke email saya. saya guru di MAN Tempel. Maturnuwun sebelumnya.

  4. semuel,s.pd — 12 January 2011 pukul 9:47 WIB

    Saya sangat tertarik dengan artikel diatas , kalau bisa tolong kirimkan ke email saya artikel lengkap materi tersebut. makasih sebelumnya

  5. semuel,s.pd — 12 January 2011 pukul 9:54 WIB

    Salam KTSP,
    Saya sangat tertarik dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang berbasis pada KTSP.

    Saya sangat berterima kasih jika Bapak dapat mengirimkan ke email saya mengenai Kurikulum Pengembangan Diri, petunjuk penyusunan Silabus Pengembangan Diri.sekaligus RPPnya.
    e mail saya : semuel.spd72@yahoo.com

  6. umi rahmawati — 7 February 2011 pukul 1:12 WIB

    pak mohon saya diberi contoh ktsp sma, saya btuh sekali untuk bahan pembelajaran mata kuliah pengembangan kurikulum. terima kasih sebelumnya

  7. umi rahmawati — 7 February 2011 pukul 1:14 WIB

    tulisan ini bagus untuk bahan untuk penyusunan KTSP yang baik

  8. Moustaffa — 20 March 2011 pukul 10:33 WIB

    Semua komentar dari teman-teman guru tersebut di atas adalah kenyataan yang terjadi di lapangan.

    Sangat kebingungan dengan Kurikulum setiap tahun berubah-ubah hanya cara yang efektif adalah dengan copy-paste untuk tidk membuang waktu dalam menyusun KTSP. Namun, cara ini kurang baik karena keadaan di sekolah anda tidak akan sam dengan sekolah lain yang mempunyai KTSP tersebut.

    Mohon dengan meneliti keadaan di sekolah anda bagamana:
    – sumberdaya manusia yang anda miliki
    – sarana dan prasarana yang tersedia di tempat (sekolah) anda.
    – lingkungan penyerapannya (pengaplikasiannya)

    Lebih baik anda tidak memasang target terlalu tinggi tetapi melihat semua aspek tersebut di atas lalu mengedepankan penyelesaian apa yang anda rancang agar yang anda citacitakan dapat terwujud lalu sedikit demi sedikit sekolah akan maju tanpa mengejar target.
    Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

    Salam hangat!
    Maju terus kawan-kawan guru.
    Moustaffa.

  9. eti sulastri — 5 April 2011 pukul 22:02 WIB

    Assalammualaikum.
    saya setuju sekali apa yang bapak utarakan, memang benar dalam prosedur pembuatan KTSP itu seharusnya kita duduk bersama dengan mitra satuan pendidikan untuk memikirkan sekolah mau dijadikan apa dan bagaimana, itu memerlukan masukan -masukan dari semua pihak karena KTSP merupakan dari kita,oleh kita, dan untuk kita.

    Mohon maaf apabila katanya kurang berkenan.

  10. Sri Kurniatin S — 21 August 2011 pukul 11:06 WIB

    Assalamualaikum pak Bandono, saya guru fisika sma di kota Bandung. saya tertarik dengan contoh KTSP buku I dari SMAN 7 Yogyakarta kalau boleh saya ingin tahu lebih jauh dan deteil isi dari BAB III sebagai bahan perbandingan dan mudah mudahan selanjutnya kita bisa bertukar informasi. Bila bapak tidak berkeberatan bisa tolong mengirimkan isi dari BAB III KTSP buku I tersebut, sebelumnya saya haturkan terimakasih. wass

  11. Sri Kurniatin S — 21 August 2011 pukul 11:15 WIB

    Yang bapak tulis sangat menarik, walaupun hal tsb baru merupakan kerangka awal yg diperlukan tean work KTSP di tingkat satuan pendidikan dalam membuat buku I , walaupun mungkin dalam pembuatan KTSP harus didahului dengan pembuatan analisa kenteksnya. Selamat dan sukses untuk SMAN 7 Yogyakarta

  12. Sri Kurniatin S — 21 August 2011 pukul 11:18 WIB

    Assalamualaikum pak Bandono, saya guru fisika sma di kota Bandung. saya tertarik dengan contoh KTSP buku I dari SMAN 7 Yogyakarta kalau boleh saya ingin tahu lebih jauh dan deteil isi dari BAB III sebagai bahan perbandingan dan mudah mudahan selanjutnya kita bisa bertukar informasi. Bila bapak tidak berkeberatan bisa tolong mengirimkan isi dari BAB III KTSP buku I tersebut ke email saya , sebelumnya saya haturkan terimakasih. wass

  13. mini — 15 November 2011 pukul 10:06 WIB
  14. mini — 15 November 2011 pukul 10:10 WIB
  15. Ahmad Arifin Yudhistira — 8 March 2012 pukul 20:57 WIB

    Saya adalah Guru SD di wilayah Pedalaman Sungai Mahakam, tepatnya di SDN No. 005 Long Mesangat, Desa Sumber Sari Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. KTSP memang harus disusun berdasarkan karakteristik wilayah di mana kita berada. Akan tetapi yang namanya kurikulum saat ini, kalau saya menilai, masih lebih baik yang dahulu. Kurikulum 1976. Yang saya harapkan dari Kurikulum KTSP apalagi dibasiskan dengan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB), semakin semrawut. PBKB itu kan sudah terimplentasi dalam Mata Pelajaran PKn dan Agama. Yang perlu diberikan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa itu justru Guru-gurunya dan bukan siswa-siswinya. Kalau Guru itu berbudaya dan berkarakter, maka produk yang dihasilkan pasti akan bermutu seperti yang diharapkan. Kebanyakan… semuanya lho,….Guru-guru saat ini, apalagi yang sudah berstatus PNS, yang mereka harapkan hanya Gaji dan Tunjangan ini dan itu, Praktik sebagai Guru yang sebenarnya hanya mitos. Datang pagi, absen, mengajar, istirahat, masuk lagi, pulang. Rutinintas inilah yang setiap saat kita temui. Habis pulang mengajar, ada yang berkebun, ada yang berladang, ada yang bisnis ini bisnis itulah, akhirnya badan capek dan malam pun tiba…Tidur. Besok terulang kembali. Tidak ada persiapan mengajar mengajar. Masuk kelas hanya membawa Buku Teks Pelajaran. Mengajar seadanya. Bagaimana siswanya bisa pandai? Pemerintah mestinya mengawasi secara ketat bagaimana pelaksanaan kerja para Guru di Indonesia. Apalagi yang sudah bersertifikasi dan menyandang gelar Guru Profesional. Kalau dihitung-hitung nih, Gaji Guru Gol III saja sudah mencapai hampir Rp 3 jutaan, belum lagi ditambah dengan tinjangan-tunjangan lainnya. Tapi, saya sadar bahwa menjadi seorang Guru tidaklah mudah. Sukses buat teman-teman Guru di Indonesia yang telah menjalankan tugas sesuai dengan hati nurani untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. (mohon maaf kalau komentarnya agak kacau).

  16. SUDIRMAN — 11 March 2012 pukul 14:44 WIB

    sy kepala sekolah akan membuat kurikulum, namun terkendala oleh bahan, mohn dikirimkan dokumen ktsp untuk sd

  17. SUDIRMAN — 11 March 2012 pukul 14:48 WIB

    sy salut atas usaha pak bandono yang membuat blog untuk ktsp, semoga semua guru dapat memetik manfaat dari usaha bapak ini
    pak sayamengajar di sd yang jauh dari kota, untungnya ada teman yang mempunyai alat yang sy bisa pakai seperti ini

  18. hamdi — 13 April 2012 pukul 14:54 WIB

    salam sahabat, menarik sekali berbicara tentang sistem pendidikan di indonesia. tanpa sengaja mampir dan terfikir ingin ikut berpartisipasi dalam menyumbang kritik dan saran. well
    berhubungan dengan KTSP yang di kaitkan dengan sistem pendidikan ini seharusnya pemerintah jeli dengan apa pokok permasalahan yang ada di indonesia ini.. apalagi yang berkaitan dengan pendidikan sebagai penentu masa depan dengan ruang lingkup pribadi itu sendiri dan lebih besar lagi adalah penentu masa depan negara.
    alangkah baiknya jikalau pemerintah tidak mengejar standar pendidikan secara mutlak untuk mencapai persaingan nasional maupun global , tetapi lebih mengarahkan pendidikan itu sendiri agar tepat sasaran dan bisa menutupi kekurangan2 yang ada di indonesia ini. karena menurut saya standar pendidikan itu bukanlah harga mati atau satu2nya jalan buat pembangunan nasional dan itu hanyalah sebuah sistem yang sebenarnya penunggang mutlaknya adalah manusia. dari itu sebaiknya pemerintah harus berfikir luas dulu tentang dampak yang akan terjadi dalam perubahan sistem tersebut.
    jadi inti yang ingin saya sampaikan di sini adalah alangkah baiknya pemerintah tidak selalu mengubah sistem pendidikan di indonesia melainkantetap konsisten dengan sistem yang ada sekarang sehingga memberi kesempatan ke setiap daerah maupun lembaga pendidikan itu sendiri untuk menganalysis permasalahan yang ada di daerahnya dan menempatkan pendidikan agar tepat sasaran sesuai dengan apa yang di butuhkan daerah atau negara ini sendiri.
    mohon maaf atas komentar yang dangkal ini, perlu kritik dan saran untuk meluruskan maksud di atas trimakasih…^_^

  19. mas gun — 30 July 2012 pukul 12:41 WIB

    kesulitan kami adalah Biaya untuk menyusun KTSP, membuat RPP. dana BOS tidak seberapa karena siswa di Sekolah kami di daerah lebakbarang kabupaten pekalongan jawa tengah dari kelas 1 – 6 hanya berjumlah 36 anak saja. saya sendiri hanya mengajar 3 siswa dalam satu kelas dan itu lumayan banyak,teman di SD sebelah kami ada yg mengajar cuma 1 siswa dalam 1 kelas. sehingga bisa membuat KTSP, mencentak RPP (walau cuma copy paste) saja sudah bagus sekali. apalagi fasilitas komputer dan listrik tidak ada. dan kalau mau berinternet harus ke Kota yang jaraknya 1 hari perjalanan.

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: