Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Tuesday Kliwon, 25 September 2007 — Pendidikan, Seveners

Di awal tahun ajaran 2007/2008 banyak sekolah mengalami kendala dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengingat dalam penyusunan harus dimulai dan berangkat dari mana??? Wajar kalau setiap sekolah mengalami banyak kendala walaupun persoalannya berbeda-beda tapi substansinya sama yaitu bagaimana kurikulum itu bisa jadi dengan berbagai cara ada yang langsung copy paste dari hasil browsing dari internet pada hal itu bukan yang diharapkan.

Harapan dari Dinas Pendidikan baik itu di level Propinsi maupun Kota Madya dan Kota Kabupaten bahwa produk kurikulum sekolah yang diberi label Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan sebuah kurikulum yang benar-benar dibuat oleh sekolah yang meilibatkan unsur kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, konselor, komite sekolah dan nara sumber, sehingga dengan sinerginya unsur-unsur tersebut akan menemukan kemudahan dalam proses pembuatan kurikulum.

Untuk mempermudah dalam penyusunan komponen kurikulum perlu dibentuk sebuah team, dimana tim ini mengkoordinasikan dan mengakomodasikan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada dalam proses penyusunan. Adapun tim yang bisa dikelompokkan menjadi rumpun mata pelajaran IPA, dan IPS serta team kurikulum inti dimana masing-masing bekerja sesuai dengan draf yang kita buatkan dalam konsep blue print sebagai pijakan untuk bekerja tim dalam merumuskan KTSP.

Contoh :
Sistematika KTSP SMA Negeri 7 Yogyakarta

Halaman/ Penetapan/ Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Landasan
  3. Visi dan Misi SMA N 7 Yogyakarta
  4. Tujuan dan Motto SMA N 7 Yogyakarta
  5. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

BAB II ANALISIS KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH

  1. Lingkungan Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
  2. Keadaan Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
  3. Personil Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
    1. Pendidik
    2. Kepala Sekolah
    3. Karyawan
  4. Peserta Didik SMA N 7 Yogyakarta
  5. Profil Orang Tua Peserta Didik SMA N 7 Yogyakarta
  6. Kerja Sama SMA N 7 Yogyakarta
  7. Prestasi Sekolah SMA N 7 Yogyakarta

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1. Kelompok Mata Pelajaran
  2. Struktur Kurikulum SMA
    1. Mata Pelajaran
    2. Muatan Lokal
    3. Kegiatan Pengembangan Diri
    4. Beban Belajar
    5. Ketuntasan Belajar
    6. Pedoman Penilian
    7. Kenaikan Kelas, Penjurusan, Kelulusan dan Mutasi
    8. Pendidikan Kecakapan Hidup
    9. Keunggulan Lokal dan Global

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

  1. Awal Tahun Ajaran
  2. Waktu Belajar
  3. Kegiatan Akhir Tengah Semester
  4. Kegiatan Camping Ilmiah Seveners (CIS) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) KIR
  5. Libur Sekolah
  6. Jadwal Kegiatan

BAB V PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP

  1. Silabus
    1. Pengertian
    2. Prinsip-prinsip Pengembangan
    3. Pengembangan Silabus
    4. langkah-langkah Pengembangan
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  3. Pedoman Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal

DAFTAR LAMPIRAN

69 tanggapan

  1. jhon tunjanan — 11 October 2007 pukul 9:11 WIB

    saya setuju bahwa penyusunan KTSP banyak dilakukan dengan mengopy paste yang telah ada tanpa proses pengembangan dari sekolah yang bersangkutan.
    Kami dari SMA Negeri 2 Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara yang dalam hal ini di kategorikan sebagai perintis sekolah kategori mandiri(skm) baru2 ini telah melakukan tindak lanjut dalam rangka perintisan SKM tersebut dengan mendatangkan nara sumber dari Perguruan Tinggi Negeri (UNPATTI Ambon) yaitu Guru besar pada FKIP ( Prof.DR. G.T Ratumanan dll) yang bersama-sama dengan kepala sekolah, wakasek , guru serta tenaga kependidikan lainnya untuk menyusun pedoman atau petunjuk pelaksanaan KTSP dalam rangka menuju SKM tersebut.

  2. Shoim Shobariman — 8 November 2007 pukul 7:47 WIB

    Memang kenyataan bayak teman – teman guru ( tidak semua lho … ) baru mampu copy paste contoh yang ada, memeng hal itu tidak salaah, jika ditelaah dan disesuaikan dengan kondisi sekolahnya masing-masing . Jika teman – teman guru mau sedikit bersusah dan meluangkan waktu untuk menyusun sendiri itu berarti sudah memulai membuka jalan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya. memang semuanya perlu kesabaran dan ketlatenan dan yang tidak kalah penting adalah KOMITMEN yang tinggi. Kami dan rekan rekan di SMA Negeri 1 Cangkringan Sleman Yogyakarta mencoba untuk tidak sekedar mengcopy paste dalam pembuatan KTSP, yaaa…. memang perlu kesabaran dan waktu untuk itu. sudah 3 bulan ternyata teman – teman belum juga selesai. Lamaaaaaa

  3. nina farida — 9 December 2007 pukul 17:32 WIB

    saya seorang guru sekolah dasar swasta di kota Bandung. saya merasa sangat bingung dengan KTSP maupun kurikulum sebelumnya,karena bahasa inggris kan di SD masih bersifat muatan lokal.tapi tetap saja kaaan…kita guru2 harus membuat administrasi mengajar setiap tahunnya bahkan setiap pergantian semester. kalau tak ada kurikulum yg jelas untuk SD khususnya pljrn bahasa inggris,ya….gmn donk kita mau membuat admnistrasi yg rapi dan jelas??? iya kan??

  4. rudy — 29 December 2007 pukul 2:06 WIB

    dari dulu kurikulum berubah terus,sebenarnya apa hal itu perlu?masih banyak kendala sebelum memperbaiki kurikulum

  5. Dra Elida Rais — 5 January 2008 pukul 9:47 WIB

    Tolong dong seluruh perangkat bimbingan konseling SMP ditampilkan, agar guru SMP juga terbantu.
    Terima kasih

  6. setio raharjo ,A.Md — 9 January 2008 pukul 11:24 WIB

    sebenarnya kurikulum yang sebenarnya yang kita gunakan sesuai dengan pp 2004 atau 2006

  7. missunita — 12 January 2008 pukul 16:07 WIB

    SALUUUTT buat bapak ibu guru yang “belajar” membuat KTSP dengan mandiri…kalau copy-paste terus…gak boleh marah sama siswa-siswinya yang hobi nyontek. Seharusnya guru kan jadi “model” siswa…diGUgu dan ditiRU. Kalau gurunya rajin, siswanya bisa rajin juga…kalau gurunya kreatif, siswanya juga bisa kreatif.
    Semoga sukses selalu…Selamat!!!

  8. Arif Widiatmo — 14 January 2008 pukul 18:52 WIB

    Piye Den carane buka datamu?terima kasih ktsp nya

  9. Robiatul Adawiyah — 22 January 2008 pukul 18:32 WIB

    sebagai calon guru, saya merasa perlu tau. apa yang melatar belakangi adanya KTSP? bagaimana dengan sistem yang sebelumnya, sudah dirasa tuntas dan berhasilkah?sudah atau belum sosialisasinya mana?.txu

  10. A. Hamid — 23 January 2008 pukul 10:38 WIB

    Sapa yang salah. Setiap pergantian pemerintahan dimana kurikulum ikut berganti sehingga yang repot adalah GURU dan yang rugi adalah SISWA.
    Mari kita benahi sistem pelaksanaan pendidikan di tingkat sekolah.
    Semoga berhasil…… trims.

  11. Zainuddin, S.Psi (Trainer,konselor&Konsultan) — 13 March 2008 pukul 14:44 WIB

    dalam teori psikologi bhwa manusia itu unik, tidak stagnan, dan justru trus mengalami perkembangan. perkembangan saat ini akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya. oleh karena itu wajar mnurut saya kalao kurikulum itu terus mengalami perubahan. namun perubahan yang terjadi juga tidak sharusnya 100%. akan tetapi perlu disesuaikan dengan perkembangan individu tersebut, skaligus perlu adanya standar baku untuk kurikulum di Indonesia ini. kan kasian guru dan muridnya, cape dech kalau terus berubah scara total kurikulumnya. makanya kurikulum yang ada harus didasari pada kebutuhan dsar individu yaitu nilai-nilai spiritual/religi. mudah2an komentarnay bermanfaat!. Thank’s

  12. dimas galuh — 18 March 2008 pukul 10:36 WIB

    saya mahasiawa FIK UNYmau menanyakan tentang sejarah beradanya kurikulum di SMA 7 mata pelajaran penjas apakah penerapanya sudah berjalan dengan baik

  13. rudi sagala. S.Pd — 28 March 2008 pukul 10:42 WIB

    memang KTSP ini diharapkan mampu meningkat mutu pendidikan indonesia yang sudah jauh tertinggal dengan negara-negara lain, jadi dalam hal ini pemerintah jangan cepat-cepat mengganti kurikulum lagi sebab butuh waktu untuk mempelajari kurikulum yang baru (KTSP), sedangkan kurikulum yang lama saja masih belum terlaksana dengan baik…masalahnya bukan pada kurikulumnya, tapi pada pelaksanaannya, bagaimana kita konsisten menjalankannya..diperlukan kerja keras dari semua pihak yang terkait…
    bravo pendidikan INDONESIA !^_^

  14. sumaryana — 29 March 2008 pukul 11:18 WIB

    ada kurikulum pramuka penegak tidak ya,prota,promes,rpp,silabus pramuka penegak(sma)

  15. fitriyana — 31 March 2008 pukul 10:42 WIB

    KTSP? pemerintah kenapa semudah itu dan secepat itu merubah kurikulum. menurut fakta, kurikulum sebelumnya (KBK) belum terlaksana sesuai tujuan kurikulum tersebut. nah, sekarang pemerintah dengan mudah mengganti kurikulum tersebut dengan kurikulum yang baru (KTSP) sebenarnya ada apa dengan tujuan pemerintah kita dalam meningkatkan standar pendidikan. ya….h kita do’a in aj agar kurikulum yang baru ini terwujud sesuai dengan keinginan. Ami………n

  16. hartadi, s.pd — 2 April 2008 pukul 15:33 WIB

    salut to sma n 7 Yogja……
    mg tambah sukses slalu…
    klo da RPP Geografi mohon dikirim ya untuk bahan pertukaran……..

  17. Zainuddin — 6 April 2008 pukul 16:30 WIB

    Kurikulum apa saja yang digunakan kalo sistem pendidikan masih seperti sekarang tidak akan banyak berpengaruh terhadap out put persekolahan kita. oh iya, jangan lupa gaji guru di Indonesia salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Itu juga berpengaruh terhadap mutu pendidikan kita

  18. Sisilia Herjanti — 6 May 2008 pukul 15:04 WIB

    Saya siap membantu sebisanya bagi orang yang membutuhkan kelengkapan adm sekolah/kelas untuk SD.

  19. galih — 2 June 2008 pukul 0:22 WIB

    ada yang bisa bantu nggak? saya ada beberapa pertanyaan mengenai kurikulum.
    1. atas dasar hukum apa kurikulum itu dibuat?
    2. siapakah yang berperan baik ditingkat kebijakan pusat maupun daerah dalam membuat kurikulum? (bukan pengembangan lho, karena kalo pengembangan berarti kurikulum sudah dibuat)
    saya sangat berterima kasih bila ada tanggapan maupun jawaban dari pertanyaan saya ini.

    terima kasih,

    salam,
    galih di Surabaya

  20. samudi erawan — 28 June 2008 pukul 7:44 WIB

    mohon dikirimkan contoh kurikulum SMAN 7 Yogyakarta (KTSP)

  21. Achmad ramlan — 14 July 2008 pukul 2:15 WIB

    Perlu adanya penegasan betapa pentingnya KTSP, karena sebagai landasan dalam pelaksanaan suatu satuan pendidikan.
    di Sekolah Dasar Masik Buanyak sekali sekolah yang tidak mempunyai KTSP, lebih-lebih tidak tau apa itu KTSP, karena tidak tau maka tidak dapat membuatnya. perbanyaklah menggali ilmu hai para kepala sekolah jangan hanya memenej duit BOS doang !

  22. subadi — 4 September 2008 pukul 9:18 WIB

    Sebenarnya KTSP sudah bagus bila dapat dilaksanakan sesuai dengan proporsinya, tetapi perlu disikapi bahwa kemajemukan lembaga pendidikan / sekolah di Indonesia sangat tinggi.maka perlu Pemerintah membuat / memilih sekolah-sekolah di seluruh kepulauan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagai sekolah pilot project KTSP walaupun sebenarnya sudah didesentralsasi kepada masing-maisng sekolah.Perlu dikaji ulang oleh pihak pemerintah(diknas)bagaimana kondisi perkembangan di masing-masing daerah sehingga sekolah pilot yang dikelola oleh pemerintah (diknas) dapat dievaluasi.Hasil evaluasi silakan didiskusikan oleh para petinggi pendidikan di Indonesia dan dapat melibatkan orang-orang lapangan (guru,kepala sekolah) untuk menyamakan perpsepsi sehingga visi kurikulum jelas dan dapat dikembangkan oleh masing-masing sekolah sesuai kemampuan dan kemauan dari sekolah tersebut.Saya berharap Pendidikan di Indonesia bangkit menjadi yang terbaik di dunia. JANGAN MELIHAT HASIL PENDIDIKANNYA TETAPI YANG UTAMA BAGAIMANA PROSES MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA. MERDEKA…..

  23. subadi — 4 September 2008 pukul 9:26 WIB

    Sebagai orang lapangan pembinaan harus terus dilakukan dari berbagai institusi pendidikan agar perkembangan pendidikan di Indonesia dapat terarah

  24. Raden Dhamar Besari — 4 September 2008 pukul 14:32 WIB

    Apapun bentuk kurikulum yang disusun bukanlah suatu ukuran keberhasilan dalam pendidikan. Contoh : Kyai Haji Agus Salim yang merupakan pakar pendidik dan pengajar perlu dicontoh, ketekunan dan keuletan seorang guru penentu mutu manusia Indonesia, yang paling penting naikan saja gaji guru dua kali lipat nggak usah embel-embel sertifikasi karena itu hanya pelecehan dan penghinaan terhadap perguruan tinggi yang berpuluh-puluh tahu mencetah sarjana-sarjana pendidikan. Tapi yang disesalkan Perguruan Tinggi yang dilecehkan tidak merasa, hanya ndelahoom saja, gak mengerti bahwa dirinya dijadikan kambing percobaan politikus-politikus untuk mengalihkan perhatian dirinya koruptor Indonesia. Barisan Koruptor Indonesia adalah penghancur pola pendidikan di Indonesia.

  25. Raden Dhamar Besari — 4 September 2008 pukul 14:45 WIB

    KTSP adalah Koruptor Tetap Siap Perampok duit rakyat, KBK adalah Koruptor Bikin Kerugian, SNBK adalah Semua Nominal Berikan ke Koruptor, dengan demikian buat silabus mencetak koruptor-koruptor di Indonesia, biar anggota DPR puas dengan hancurnya Pemrintah Indonesia, kalau begitu buat KTSP untuk melindungi Koruptor sebagai Pahlawan penghancur bangsa Indonesia

  26. munix — 22 September 2008 pukul 12:37 WIB

    bagus

  27. siti mudrikah — 10 October 2008 pukul 20:29 WIB

    yuuuk kita mengajar yang kreatif dan menyenangkan,jangan bikin bosen anak didik kita krn hanya teacher centris saja.Apalagi mapel TIK banyak yang bisa dikembangkan dari kompetensi dasar yang ada dalam silabus.ok

  28. Jati — 19 November 2008 pukul 3:04 WIB

    Tlg utk diknas dan menteri penggagas kurikulum klo mengeluarkan kurikulum baru hrs berkesinambungan dg yg lama. Percuma tiap ganti mentri ganti kurikulum. Klo mau maju spt negara lain pangkas materi yg terlalu byk. Jgn smua peljran dijejalkan keanak.percm

  29. Taty — 14 December 2008 pukul 20:06 WIB

    Yang membingungkan adalah proses pengesahan ktsp. Siapa yang paling berhak mensahkan ktsp yang sudah tersusun baik dengan mengcopy paste ataupun menyusun sendiri ? cukup dinas pendidikan tk. kabupaten atau provinsi ? karena ada pengawas yang mengatakan cukup kadisdik kabupaten saja tetapi pengawas lain mengatakan harus disahkan oleh disdik prov. aduh pusiiiiiing deh kita. Tolong mas Bandono yang benar gimana ? karena saat ini ktsp sman 3 pati sudah diantar di disdik prov sejak bulan september 2008, sampai hari ini belum juga disahkan.

  30. ketut — 18 February 2009 pukul 7:57 WIB

    ktsp bagus,mestinya bikin guru lebih kreatif,tapi bila hanya copy paste, ya gak ada artinya kurikulum baru ini.Yang penting dijaman sekarang ini guru harus kreatif,sebab sangat mungkin murid jauh lebih tahu dari guru.

  31. peduli_pendidikan — 1 March 2009 pukul 0:00 WIB

    kulonuwun…saya org baru dr dunia pendidikan dan belum mengerti bnyk ttg kurikulum..bisa saya diberi contoh kurikulum yg sesuai dgn smp sekarang ini?mohon bantuannya

  32. harman — 27 March 2009 pukul 9:45 WIB

    ktsp banyak yang copy paste, sehingga guru tidak tahu apa yang mesti dikerjakan untuk menjalankan amanah tersebut

  33. Ruwiyanto — 5 May 2009 pukul 17:03 WIB

    Baguslah kalau guru dan sekolah sudah kreatif, smoga istiqomah menjaga amanah pendidikan, menjaga amanah profesi, demi kebahagiaan anak negeri, demikian.

  34. indah dewi r — 14 May 2009 pukul 6:53 WIB

    Banyak faktor yang membuat guru mengcopy-paste kurikulum. Mngkin saja salah satunya:
    1. tidak mengerti
    2. tidak punya waktu
    3. tidak seimbang dengan kesejahteraan
    4. tidak perduli
    Dan saya orang yang tidak setuju dengan guru yang tidak memperhatikan pembuatan kurikulum.
    Jika guru tidak membuat kurikulum, jadi apa tujuan mereka mengajar di kelas?

  35. Tech — 23 July 2009 pukul 12:13 WIB

    bagus tulisannya Pak jujur!
    cuman klo bapak ngomong harus semua elemen guru di tiap daerah sama dalam hal penelaan materi kurikulum bisa anda ngomong seperti diatas,masalahnya tidak semua guru bisa menelaah materi kurikulum yang ada apalagi yang terbatas dengan lokasi dan penyampaian informasi.
    kira2 dengan materi artikel anda mampukah kiranya pemerintah kita meyamaratakan penerimaan informasi tentang dunia pendidkan kita
    HORAS DUNIA PENDIDIKAN KITA

  36. Novika Rustana J, S.Pd — 25 July 2009 pukul 13:32 WIB

    pa, mohon maaf mengganggu, saya pengajar smp di bandung kesulitan mencari kurikulum elektronika, kalau ga keberatan boleh minta kirimin kurikulum elektronika smp ke E-Mail : nrj_physics@ymail.com

  37. Irhamsyah — 1 August 2009 pukul 10:14 WIB

    terimakasih.
    Posting Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
    sangat membantu saya utk mempersiapkan SSN.

  38. Jamaludin — 12 August 2009 pukul 22:11 WIB

    Kalau tidak keberatan saya mohon dikirim Panduan Praktis Penyusunan KTSP melalui email: jamaludin_ckl@yahoo.co.id
    terimakasih.

  39. agus pramono — 17 August 2009 pukul 10:20 WIB

    mohon dikirim contoh KTSP Bapak untuk Sharring
    terima kasih

  40. Jamaludin — 18 August 2009 pukul 1:56 WIB

    Terimakasih Pak filenya sudah saya terima, mudah-mudahan amal baik bapak mendapat imbalan yang berlipat-lipat dari Alloh SWT.

  41. haney — 18 August 2009 pukul 17:05 WIB

    tolong kirimkan contoh KTSP SD sesuai dg sistematikanya pak,thank you…

  42. miharjo — 7 October 2009 pukul 22:15 WIB

    saya sangat kesulitan dalam menyusun ktsp smk teknologi program keahlian teknik gambar bangunan, tolong kirim contohnya. terima kasih

  43. suherman — 18 October 2009 pukul 0:51 WIB

    MENGAPA HARUS LAHIR KTSP DARI MANA AWALNYA TOLONG JELASKAN/?

  44. suherman — 18 October 2009 pukul 0:54 WIB

    TERUS TERANG SAJA SAYA BELUM FAHAM CARA PENYUSUNAN KTSP UNTUK SD TOLONG BERI CONTOH KERANGKA PENYUSUNAN KTSP SD

  45. contoh penyusunan dokumen I untuk SMA « creative'blog — 24 October 2009 pukul 16:12 WIB

    [...] October 24, 2009 · Filed under 1 Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) [...]

  46. Muhammad Ilmiawan — 16 November 2009 pukul 8:16 WIB

    Idealnya memang sekolah mengembangkan masing-masing, apalagi dengan spektum yang sekarang ini. tapi kadang karena dana yang tidak mencukupi, akhirnya kita dengan berat hati harus copy paste.hiks..hiks..sedih…

  47. sani — 23 December 2009 pukul 7:38 WIB

    saya guru TK terus terang kami bingung dengan kurikulum yang ada pada saat ini, sebenarnya di TK itu memakai kurikulum apa yang di pakai pada saat ini.trim’s

  48. eva N. Rabbianty — 11 April 2010 pukul 10:28 WIB

    saya dosen di stain pamekasan yang lagi ngajar syllabus design. terima kasih banyak artikelnya pak. mohon ijin ngopi pak. saya akan sangat berterimakasih jika Bapak mau mengirimi saya email.

  49. TANGRIVOLSA — 16 June 2010 pukul 20:07 WIB

    BAGUS DIBUAT PELATHAN KTSP DI KAB/KOTA

  50. RONNY — 28 July 2010 pukul 19:19 WIB

    Salam KTSP… Saya bekerja di Dinas Diknas Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Philipina. Mohon kiranya Bapak dapat mengirim kepada saya contoh-contoh Kurikulum SMA yang sudah disahkan untuk dipakai sebagai bahan pembanding dengan kurikulum sementara di laksanakan di daerah kami. Terima kasih atas bantuan Bapak yang baik hati.

  51. lovely imuet — 19 November 2010 pukul 22:50 WIB

    tolong saya donk,saya baru 3 bln ditaman kanak-kanak.saya blm paham bagaimana cara membuat kurikulum KTSP TK,terutama pada dokumen I pada bagian struktur muatan kurikulumnya.tolong ya…? trims.

  52. lovely imuet — 19 November 2010 pukul 22:58 WIB

    bapak/ibu yang baik hati,kalau mau membantu saya mencarikan struktur muatan kurikulum TK sebagai sample,jangan lupa tolong kirim ke email saya ya ? lovelyimuet96@yahoo.com.tolong ya ….??

  53. musf — 2 January 2011 pukul 12:21 WIB

    Aww. Pak Bandono sy ingin kalau boleh ingin tahu isi KTSP SMAN 7 yang lengkap, buat studi banding sekolah kami dalam pengembangan KTSP selanjutnya. kalau boleh dikirim ke email saya. saya guru di MAN Tempel. Maturnuwun sebelumnya.

  54. semuel,s.pd — 12 January 2011 pukul 9:47 WIB

    Saya sangat tertarik dengan artikel diatas , kalau bisa tolong kirimkan ke email saya artikel lengkap materi tersebut. makasih sebelumnya

  55. semuel,s.pd — 12 January 2011 pukul 9:54 WIB

    Salam KTSP,
    Saya sangat tertarik dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang berbasis pada KTSP.

    Saya sangat berterima kasih jika Bapak dapat mengirimkan ke email saya mengenai Kurikulum Pengembangan Diri, petunjuk penyusunan Silabus Pengembangan Diri.sekaligus RPPnya.
    e mail saya : semuel.spd72@yahoo.com

  56. umi rahmawati — 7 February 2011 pukul 1:12 WIB

    pak mohon saya diberi contoh ktsp sma, saya btuh sekali untuk bahan pembelajaran mata kuliah pengembangan kurikulum. terima kasih sebelumnya

  57. umi rahmawati — 7 February 2011 pukul 1:14 WIB

    tulisan ini bagus untuk bahan untuk penyusunan KTSP yang baik

  58. Moustaffa — 20 March 2011 pukul 10:33 WIB

    Semua komentar dari teman-teman guru tersebut di atas adalah kenyataan yang terjadi di lapangan.

    Sangat kebingungan dengan Kurikulum setiap tahun berubah-ubah hanya cara yang efektif adalah dengan copy-paste untuk tidk membuang waktu dalam menyusun KTSP. Namun, cara ini kurang baik karena keadaan di sekolah anda tidak akan sam dengan sekolah lain yang mempunyai KTSP tersebut.

    Mohon dengan meneliti keadaan di sekolah anda bagamana:
    - sumberdaya manusia yang anda miliki
    - sarana dan prasarana yang tersedia di tempat (sekolah) anda.
    - lingkungan penyerapannya (pengaplikasiannya)

    Lebih baik anda tidak memasang target terlalu tinggi tetapi melihat semua aspek tersebut di atas lalu mengedepankan penyelesaian apa yang anda rancang agar yang anda citacitakan dapat terwujud lalu sedikit demi sedikit sekolah akan maju tanpa mengejar target.
    Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

    Salam hangat!
    Maju terus kawan-kawan guru.
    Moustaffa.

  59. eti sulastri — 5 April 2011 pukul 22:02 WIB

    Assalammualaikum.
    saya setuju sekali apa yang bapak utarakan, memang benar dalam prosedur pembuatan KTSP itu seharusnya kita duduk bersama dengan mitra satuan pendidikan untuk memikirkan sekolah mau dijadikan apa dan bagaimana, itu memerlukan masukan -masukan dari semua pihak karena KTSP merupakan dari kita,oleh kita, dan untuk kita.

    Mohon maaf apabila katanya kurang berkenan.

  60. Sri Kurniatin S — 21 August 2011 pukul 11:06 WIB

    Assalamualaikum pak Bandono, saya guru fisika sma di kota Bandung. saya tertarik dengan contoh KTSP buku I dari SMAN 7 Yogyakarta kalau boleh saya ingin tahu lebih jauh dan deteil isi dari BAB III sebagai bahan perbandingan dan mudah mudahan selanjutnya kita bisa bertukar informasi. Bila bapak tidak berkeberatan bisa tolong mengirimkan isi dari BAB III KTSP buku I tersebut, sebelumnya saya haturkan terimakasih. wass

  61. Sri Kurniatin S — 21 August 2011 pukul 11:15 WIB

    Yang bapak tulis sangat menarik, walaupun hal tsb baru merupakan kerangka awal yg diperlukan tean work KTSP di tingkat satuan pendidikan dalam membuat buku I , walaupun mungkin dalam pembuatan KTSP harus didahului dengan pembuatan analisa kenteksnya. Selamat dan sukses untuk SMAN 7 Yogyakarta

  62. Sri Kurniatin S — 21 August 2011 pukul 11:18 WIB

    Assalamualaikum pak Bandono, saya guru fisika sma di kota Bandung. saya tertarik dengan contoh KTSP buku I dari SMAN 7 Yogyakarta kalau boleh saya ingin tahu lebih jauh dan deteil isi dari BAB III sebagai bahan perbandingan dan mudah mudahan selanjutnya kita bisa bertukar informasi. Bila bapak tidak berkeberatan bisa tolong mengirimkan isi dari BAB III KTSP buku I tersebut ke email saya , sebelumnya saya haturkan terimakasih. wass

  63. mini — 15 November 2011 pukul 10:06 WIB
  64. mini — 15 November 2011 pukul 10:10 WIB
  65. Ahmad Arifin Yudhistira — 8 March 2012 pukul 20:57 WIB

    Saya adalah Guru SD di wilayah Pedalaman Sungai Mahakam, tepatnya di SDN No. 005 Long Mesangat, Desa Sumber Sari Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. KTSP memang harus disusun berdasarkan karakteristik wilayah di mana kita berada. Akan tetapi yang namanya kurikulum saat ini, kalau saya menilai, masih lebih baik yang dahulu. Kurikulum 1976. Yang saya harapkan dari Kurikulum KTSP apalagi dibasiskan dengan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB), semakin semrawut. PBKB itu kan sudah terimplentasi dalam Mata Pelajaran PKn dan Agama. Yang perlu diberikan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa itu justru Guru-gurunya dan bukan siswa-siswinya. Kalau Guru itu berbudaya dan berkarakter, maka produk yang dihasilkan pasti akan bermutu seperti yang diharapkan. Kebanyakan… semuanya lho,….Guru-guru saat ini, apalagi yang sudah berstatus PNS, yang mereka harapkan hanya Gaji dan Tunjangan ini dan itu, Praktik sebagai Guru yang sebenarnya hanya mitos. Datang pagi, absen, mengajar, istirahat, masuk lagi, pulang. Rutinintas inilah yang setiap saat kita temui. Habis pulang mengajar, ada yang berkebun, ada yang berladang, ada yang bisnis ini bisnis itulah, akhirnya badan capek dan malam pun tiba…Tidur. Besok terulang kembali. Tidak ada persiapan mengajar mengajar. Masuk kelas hanya membawa Buku Teks Pelajaran. Mengajar seadanya. Bagaimana siswanya bisa pandai? Pemerintah mestinya mengawasi secara ketat bagaimana pelaksanaan kerja para Guru di Indonesia. Apalagi yang sudah bersertifikasi dan menyandang gelar Guru Profesional. Kalau dihitung-hitung nih, Gaji Guru Gol III saja sudah mencapai hampir Rp 3 jutaan, belum lagi ditambah dengan tinjangan-tunjangan lainnya. Tapi, saya sadar bahwa menjadi seorang Guru tidaklah mudah. Sukses buat teman-teman Guru di Indonesia yang telah menjalankan tugas sesuai dengan hati nurani untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. (mohon maaf kalau komentarnya agak kacau).

  66. SUDIRMAN — 11 March 2012 pukul 14:44 WIB

    sy kepala sekolah akan membuat kurikulum, namun terkendala oleh bahan, mohn dikirimkan dokumen ktsp untuk sd

  67. SUDIRMAN — 11 March 2012 pukul 14:48 WIB

    sy salut atas usaha pak bandono yang membuat blog untuk ktsp, semoga semua guru dapat memetik manfaat dari usaha bapak ini
    pak sayamengajar di sd yang jauh dari kota, untungnya ada teman yang mempunyai alat yang sy bisa pakai seperti ini

  68. hamdi — 13 April 2012 pukul 14:54 WIB

    salam sahabat, menarik sekali berbicara tentang sistem pendidikan di indonesia. tanpa sengaja mampir dan terfikir ingin ikut berpartisipasi dalam menyumbang kritik dan saran. well
    berhubungan dengan KTSP yang di kaitkan dengan sistem pendidikan ini seharusnya pemerintah jeli dengan apa pokok permasalahan yang ada di indonesia ini.. apalagi yang berkaitan dengan pendidikan sebagai penentu masa depan dengan ruang lingkup pribadi itu sendiri dan lebih besar lagi adalah penentu masa depan negara.
    alangkah baiknya jikalau pemerintah tidak mengejar standar pendidikan secara mutlak untuk mencapai persaingan nasional maupun global , tetapi lebih mengarahkan pendidikan itu sendiri agar tepat sasaran dan bisa menutupi kekurangan2 yang ada di indonesia ini. karena menurut saya standar pendidikan itu bukanlah harga mati atau satu2nya jalan buat pembangunan nasional dan itu hanyalah sebuah sistem yang sebenarnya penunggang mutlaknya adalah manusia. dari itu sebaiknya pemerintah harus berfikir luas dulu tentang dampak yang akan terjadi dalam perubahan sistem tersebut.
    jadi inti yang ingin saya sampaikan di sini adalah alangkah baiknya pemerintah tidak selalu mengubah sistem pendidikan di indonesia melainkantetap konsisten dengan sistem yang ada sekarang sehingga memberi kesempatan ke setiap daerah maupun lembaga pendidikan itu sendiri untuk menganalysis permasalahan yang ada di daerahnya dan menempatkan pendidikan agar tepat sasaran sesuai dengan apa yang di butuhkan daerah atau negara ini sendiri.
    mohon maaf atas komentar yang dangkal ini, perlu kritik dan saran untuk meluruskan maksud di atas trimakasih…^_^

  69. mas gun — 30 July 2012 pukul 12:41 WIB

    kesulitan kami adalah Biaya untuk menyusun KTSP, membuat RPP. dana BOS tidak seberapa karena siswa di Sekolah kami di daerah lebakbarang kabupaten pekalongan jawa tengah dari kelas 1 – 6 hanya berjumlah 36 anak saja. saya sendiri hanya mengajar 3 siswa dalam satu kelas dan itu lumayan banyak,teman di SD sebelah kami ada yg mengajar cuma 1 siswa dalam 1 kelas. sehingga bisa membuat KTSP, mencentak RPP (walau cuma copy paste) saja sudah bagus sekali. apalagi fasilitas komputer dan listrik tidak ada. dan kalau mau berinternet harus ke Kota yang jaraknya 1 hari perjalanan.

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: