Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

SMAN 7 Yogyakarta Peringkat 3 dari 108 SMA Calon Rintisan Pusat Sumber Belajar (PSB)/Learning Resource Center (LRC)

Friday Pahing, 16 November 2007 — Kegiatan, Pendidikan, Seveners

Pada era informasi dan komunikasi saat ini, kendala lokasi dan komunikasi tidak bisa lagi dijadikan alasan/kendala untuk tidak segera bangkit mempercepat pencapaian pendidikan yang bermutu. Teknologi informasi telah menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak dalam bentuk komputer yang dapat membantu guru menyiapkan dan menyajikan pembelajaran lebih tepat, cepat, dan menyenangkan. Teknologi komunikasi telah menyediakan sarana bagi sekolah di seluruh Indonesia untuk saling berbagi dan berkomunikasi satu dengan lainnya secara cepat melalui fasilitas internet. Pemanfaatan teknologi tersebut di sekolah perlu dipercepat, didorong, difasilitasi dan diperluas hingga menjangkau seluruh sekolah dipelosok tanah air.

Guna memfasilitasi kondisi tersebut, Dit. Pembinaan SMA telah menetapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai ikon peningkatan mutu pendidikan di SMA. Sejak tahun 2003, Dit. Pembinaan SMA telah merintis pengembangan TIK di sejumlah sekolah melalui program bantuan pengembangan perangkat komputer, lomba bahan ajar berbasis TIK, peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK, dan supervisi serta IHT pengembangan TIK di sekolah.

Berdasarkan pengamatan lapangan, laporan sekolah dan hasil supervisi pengembangan TIK tahun 2006 di sejumlah sekolah yang mengikuti program pengembangan TIK di atas, diperoleh gambaran umum bahwa kemauan dan kemampuan guru SMA untuk memanfaatkan TIK sangat tinggi. Salah satu indikatornya adalah sekolah secara mandiri terus memperluas jumlah dan meningkatkan kemampuan guru dibidang TIK, menambah fasilitas, mengembangkan bahan ajar berbasis TIK, dan membangun situs (website sekolah). Selain itu dari pelaksanaan program pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK bagi guru mata pelajaran yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, telah dihasilkan sejumlah bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK yang mengacu pada SK/KD kurikulum yang sedang berlaku, baik Kurikulum 2004 (Th. 2005 dan 2006) maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)(Th. 2007).

Mempertimbangkan potensi dan kemauan sekolah, dan semangat para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA melalui wahana TIK, maka salah satu program Dit. Pembinaan SMA pada tahun 2007 adalah melakukan pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB)/Learning Resource Center (LRC) secara nasional, antara lain melalui pembelajaran berbasis web (Web Based Learning/WBL). Mengingat program pengembangan PSB sangat strategis sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA di masa depan maka perlu dilakukan pemantauan kesiapan sekolah dalam melaksanakan program Pengembangan Pusat Sumber Belajar baik dalam hal SDM, sarana dan prasarana serta manajemen sekolah melalui supervisi.

Dengan kerja keras yang dilakukan civitas akademika SMA Negeri 7 Yogyakarta baik unsur siswa, karyawan, guru dan para pejabat sekolah yang dirintis sejak menjadi minipiloting Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2003 Seveners memposisikan dirinya diantara sekolah yang ada di Indonesia dalam konteks TIKnya pada level Mapan dan sekarang telah menjadi rintisan sekolah Kategori Mandiri (SKM). Adapun urutan hasil seleksi SMA Calon Rintisan PS/LRC sebagai berikut:

REKAPITULASI HASIL SELEKSI
SMA CALON RINTISAN PSB/LRC

WBL

Popularity: 6% [?]

10 tanggapan

  1. hamid — 23 November 2007 pukul 9:43 WIB

    wah. huebat pak! sae… sae…

  2. Shoim Shobariman — 24 November 2007 pukul 8:32 WIB

    Wah hebat, selamat untuk SMA Negeri 7 Yogyakarta atas kemajuan yang telah dicapai terutama bidang TIK nya. Kecanggihan Teknologi memang sangat luar biasa dapat memperpendek jarak dan waktu bahkan dapat menggulung luasnya wilayah di dunia ini, dapat mempercepat informasi dan sekaligus memperkaya informasi. Bagi orang / teman – teman guru yang sudah melek teknologi tersebut ia akan merasakan manfaat kemajuan tersebut
    memang untuk mengakrapi teknologi tersebut perlu adanya biaya, disisi lain ternyata masih banyak temen – temen guru yang sudah merasa enjoi dengan pola – pola lama sehingga mereka tidak berusaha untuk melek terhadap kemajuan tersebut. Yang jadi masalah bagaimana teman – teman guru bisa segera menyadari betapa terbantunya jika kita mulai akrap dengan TIK, bagaimana mereka menyadari bahwa dunia pendidikan kita bisa didongkrak salah satunya dengan memanfaatkan kemaajuan teknologi, terutama Komputer / internet.

  3. Muhammad Hamid — 25 November 2007 pukul 9:46 WIB

    Huebat ini… Apalagi ditambah fasilitas free hotspot! SMA 7 Tambah Mak Nyusss…

  4. shadow-of-heart — 26 November 2007 pukul 12:29 WIB

    HIDUP TIK SMAVEN!!!!!!!!!!
    free hotspot?? free laptop…:p??

    adain aja ekstrakulikuler smaven cyber club……
    free access internet,free download,free ngeBlog,free ngeFS….

  5. Drs. Bandono,MM. — 27 November 2007 pukul 10:09 WIB

    untuk pak Shoim Shobariman terima kasih atas koemntarnya ini saya tulis pertama untuk memotivasi sekolah-sekolah yang mengikuti sekolah rintisan kategori mandiri (SKM) kedua seebuah konsep sebagus apapun tentang pengembangan sekolah tanpa ada dukungan dari berbagai pihak saya yakin pasti akan jalan ditempat, ketika tetangga sekolah lain maju baru heboh.
    Matur nuwun

  6. Drs. Bandono. MM — 14 December 2007 pukul 9:19 WIB

    Selamat dan sukses maju terus pantang mundur semoga dari SMAN 7 akan muncul generas-generasi yang dapat dibanggakan serta dapat membawa bangsa ini kearah kemajuan teknologi dan kemakmuran bangsa sehingga bangsa ini tidak menjadi bangsa yang mudah diobok-obok bangsa lain.

  7. Menkominfo — 29 January 2008 pukul 20:11 WIB

    Hebat, sudah ada seleksi SMA CALON RINTISAN PSB/LRC. Tapi kalau melihat urutan hasil rangkingnya kok saya jadi bertanya-tanya, apa sih kriterianya dan tujuannya?
    Karena dari kunjungan saya ke berbagai sekolah di negeri ini, dari daftar SMA diatas terjadi perbedaan pandangan, misalnya SMA Muth. Bandung memang sudah layak untuk disebut SMA yang memiliki dan melaksanakan Learning Base ICT, jadi lucu kalau masih disebut SMA kelas rintisan.
    Sedangkan SMA yang lain dari daftar diatas sepertinya masih menjadi opini kalau menempati urutan atas, kecuali arti dari SMA CALON RINTISAN PSB/LRC adalah SMA yang ‘sedang/perlu merintis’ PSB.
    Sementara SMA-SMA lain yang aplikasi dan implementasi ICT sebagai sumber belajar sudah mapan justru tidak masuk daftar.
    Mungkin lebih tepat kalau judul SMA CALON RINTISAN PSB/LRC diartikan sebagai sekolah yang masih perlu merintis pemanfaatan ICT sebagai sumber belajar, dengan catatan mencoret dari daftar beberapa SMA yang memang sudah saya sebut mapan tadi, tentu mereka tidak rela jika dikategorikan ‘yang masih perlu merintis’ tadi.
    Oke, akhirnya saya mohon maaf lho kalau menyinggung berbagai kepentingan.

  8. Annisa X4 — 29 November 2010 pukul 11:32 WIB

    bagusbagusbagus, pak…
    semoga SMA Negeri 7 Yogyakarta lebih berkembang dan menjadi yang terbaik, mencetak generasi yang berkualitas, handal dan berwawasan teknologi tinggi. Amin.. :)

  9. HENDRA SUGIANTORO-UPY — 23 October 2011 pukul 16:36 WIB

    Semoga SMA N 7 terus berkembang. Di sisi lain, sekolah-sekolah lain harapannya juga bisa mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi bagi proses pembelajaran. Di tengah pengaruh negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pihak sekolah juga perlu memberikan pemahaman kepada siswa-siswanya untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara cerdas dalam upaya membangun kehidupan yang bermakna. Wallahu a’lam.

  10. Langgeng — 4 December 2011 pukul 11:00 WIB

    kapan ya aku bisa ke SMA 7 Yogyakarta

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: