<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tantangan Perguruan Tinggi dalam Era Persaingan Global</title>
	<atom:link href="http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php</link>
	<description>Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 May 2012 13:24:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: HENDRA SUGIANTORO-UPY</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/comment-page-1#comment-2836</link>
		<dc:creator>HENDRA SUGIANTORO-UPY</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 09:34:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/24/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global/#comment-2836</guid>
		<description>Ada catatan menarik terkait tantangan perguruan tinggi di era globalisasi. Berikut link berita di Suara Merdeka: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/17/163024/Hanya-15-Pengajar-Layak-Disebut-Dosen

Terkait peningkatan kualitas guru, motivasi harus terus ditumbuhkan. Motivasi ini bisa dari internal guru maupun dari eksternal. Guru harus memiliki motivasi, komitmen, dan tekad kuat untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Kesadaran belajar merupakan keniscayaan, sehingga guru bisa menjadi sosok yang berkualitas.
Menanggapi Ibu Yanti di atas, kini ada program yang tengah dilakukan pemerintah cq Kementerian Pendidikan Nasional (setelah reshuflle Oktober 2011 menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), yakni MAJU BERSAMA MENCERDASKAN INDONESIA MELALUI SARJANA MENDIDIK DI DAERAH 3T. Daerah 3T adalah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.  Salah satu tujuan dari  program tersebut adalah membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik.  Informasi tersebut saya peroleh dari Prof. Dr. Buchory MS, M.Pd  saat berbicara dalam seminar bertema Partisipasi Generasi Muda Indonesia dalam Bela Negara melalui Pendidikan Nasional di Universitas PGRI Yogyakarta, Senin, 17 Oktober 2011, lalu. Wallahu a’lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada catatan menarik terkait tantangan perguruan tinggi di era globalisasi. Berikut link berita di Suara Merdeka: <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/17/163024/Hanya-15-Pengajar-Layak-Disebut-Dosen" rel="nofollow">http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/17/163024/Hanya-15-Pengajar-Layak-Disebut-Dosen</a></p>
<p>Terkait peningkatan kualitas guru, motivasi harus terus ditumbuhkan. Motivasi ini bisa dari internal guru maupun dari eksternal. Guru harus memiliki motivasi, komitmen, dan tekad kuat untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Kesadaran belajar merupakan keniscayaan, sehingga guru bisa menjadi sosok yang berkualitas.<br />
Menanggapi Ibu Yanti di atas, kini ada program yang tengah dilakukan pemerintah cq Kementerian Pendidikan Nasional (setelah reshuflle Oktober 2011 menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), yakni MAJU BERSAMA MENCERDASKAN INDONESIA MELALUI SARJANA MENDIDIK DI DAERAH 3T. Daerah 3T adalah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.  Salah satu tujuan dari  program tersebut adalah membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik.  Informasi tersebut saya peroleh dari Prof. Dr. Buchory MS, M.Pd  saat berbicara dalam seminar bertema Partisipasi Generasi Muda Indonesia dalam Bela Negara melalui Pendidikan Nasional di Universitas PGRI Yogyakarta, Senin, 17 Oktober 2011, lalu. Wallahu a’lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sekar Sosronegoro</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/comment-page-1#comment-2345</link>
		<dc:creator>Sekar Sosronegoro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 09:14:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/24/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global/#comment-2345</guid>
		<description>Saya Sekar dari perusahaan start up Indonesia bernama SITTI. Kami akan membagikan 5 iPad untuk blogger/pemilik situs yang mendaftarkan situsnya ke http://www.sittibelajar.com/ref_from.php?ref=email_blast dan memasang script SITTI sebelum Jumat, 1 Oktober 2010 jam 12.00 malam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya Sekar dari perusahaan start up Indonesia bernama SITTI. Kami akan membagikan 5 iPad untuk blogger/pemilik situs yang mendaftarkan situsnya ke <a href="http://www.sittibelajar.com/ref_from.php?ref=email_blast" rel="nofollow">http://www.sittibelajar.com/ref_from.php?ref=email_blast</a> dan memasang script SITTI sebelum Jumat, 1 Oktober 2010 jam 12.00 malam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suyatini</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/comment-page-1#comment-1060</link>
		<dc:creator>suyatini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 22:59:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/24/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global/#comment-1060</guid>
		<description>semua yang disampaikan bapak, atau ide-ide gagasan bagus sekali dan saya sangat setuju. tapi karena kemampuan dan usiaku terbatas sehingga aku belum mampu mengoperasikan komputer dengan lancar. tapi aku bermodal senang untuk menyentuhnya sehingga msh bnyk kkurangan dlm pnlsn n mngrtkn mksd pd kmptr. psn saya pd bpk, tlng bsk soalnya mdh sj klo prlu dkrjkn scra tatap muka. biar aku dapat nilai A. kan puas to?????????mkci y pak ats pngrtiannya....
saya bangga dngn kluarga bpk yg sngt harmonis, semoga bhgia sllu dan mjd cnth bg kita smua.pak aku gemes sama yang paling kcil itu,lucu sekali kyk bpknya. cukup sekian dan maaf bila ada kekurangan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua yang disampaikan bapak, atau ide-ide gagasan bagus sekali dan saya sangat setuju. tapi karena kemampuan dan usiaku terbatas sehingga aku belum mampu mengoperasikan komputer dengan lancar. tapi aku bermodal senang untuk menyentuhnya sehingga msh bnyk kkurangan dlm pnlsn n mngrtkn mksd pd kmptr. psn saya pd bpk, tlng bsk soalnya mdh sj klo prlu dkrjkn scra tatap muka. biar aku dapat nilai A. kan puas to?????????mkci y pak ats pngrtiannya&#8230;.<br />
saya bangga dngn kluarga bpk yg sngt harmonis, semoga bhgia sllu dan mjd cnth bg kita smua.pak aku gemes sama yang paling kcil itu,lucu sekali kyk bpknya. cukup sekian dan maaf bila ada kekurangan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sriwijayati</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/comment-page-1#comment-1038</link>
		<dc:creator>sriwijayati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 04:40:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/24/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global/#comment-1038</guid>
		<description>Ya benar semua yang telah Bapak sampaikan di atas. Tapi untuk mencapainya mungkin masih banyak kendala di antaranya belum semua guru bisa mengikuti perkembangan ilmu yang sudah begitumaju. Misalnya saja saya pak , dan masih banyak teman teman saya yang belum bisa buka email, kirim lewat internet, cari informasi lewat internet. Apalagi guru di lain daerah yang masih jauh dari jangkauan internet, tapi saya sekarang bersyukur bisa belajar atas bantuan Bapak Dosen meskipun bingung tapi saya senang. Terimakasih ya, Pak,atas bimbingan yang diberikan semoga Bapak mendapat pahala dari Alloh SWT.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya benar semua yang telah Bapak sampaikan di atas. Tapi untuk mencapainya mungkin masih banyak kendala di antaranya belum semua guru bisa mengikuti perkembangan ilmu yang sudah begitumaju. Misalnya saja saya pak , dan masih banyak teman teman saya yang belum bisa buka email, kirim lewat internet, cari informasi lewat internet. Apalagi guru di lain daerah yang masih jauh dari jangkauan internet, tapi saya sekarang bersyukur bisa belajar atas bantuan Bapak Dosen meskipun bingung tapi saya senang. Terimakasih ya, Pak,atas bimbingan yang diberikan semoga Bapak mendapat pahala dari Alloh SWT.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yanti K.</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/comment-page-1#comment-825</link>
		<dc:creator>Yanti K.</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 06:33:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/24/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global/#comment-825</guid>
		<description>Dikatakan di atas, pada tatanan lokal dengan penerapan otonomi daerah, tiap daerah mempunyai kesempatan  mengembangkan tenaga guru yang berkualitas sesuai dengan tuntutan daerah.
Yang ingin saya tanyakan, 
dalam era globalisasi ini, masih ada masyarakat yang terbelakang terutama di daerah pelosok tanah air dengan segala kebudayaannya yang  masih belum terjangkau ilmu dan tehnologi modern.
Bagaimana masyarakat itu akan mempunyai SDM terutama guru yang berkualitas, jika diterapkannya otonomi  daerah, mungkin menyebabkan keterbatasan gerak terutama masalah jangkauan wilayah kerja guru.
bagaimana upaya pemerintah untuk memeratakan ilmu &amp; tehnologi di wilayah-wilayah tersebut secara nyata, sehingga tidak terjadi ketimpangan ilmu &amp; tehnologi di negara kita yang terdiri dari pulau-pulau ini ?   
Terima kasih atas kesempatan dan jawabannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dikatakan di atas, pada tatanan lokal dengan penerapan otonomi daerah, tiap daerah mempunyai kesempatan  mengembangkan tenaga guru yang berkualitas sesuai dengan tuntutan daerah.<br />
Yang ingin saya tanyakan,<br />
dalam era globalisasi ini, masih ada masyarakat yang terbelakang terutama di daerah pelosok tanah air dengan segala kebudayaannya yang  masih belum terjangkau ilmu dan tehnologi modern.<br />
Bagaimana masyarakat itu akan mempunyai SDM terutama guru yang berkualitas, jika diterapkannya otonomi  daerah, mungkin menyebabkan keterbatasan gerak terutama masalah jangkauan wilayah kerja guru.<br />
bagaimana upaya pemerintah untuk memeratakan ilmu &amp; tehnologi di wilayah-wilayah tersebut secara nyata, sehingga tidak terjadi ketimpangan ilmu &amp; tehnologi di negara kita yang terdiri dari pulau-pulau ini ?<br />
Terima kasih atas kesempatan dan jawabannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

