Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Friday Wage, 7 March 2008 — Pendidikan

Pengertian

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.

CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Rasional

Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Pemikiran Tentang Belajar

Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Transfer belajar; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa sebagai pembelajar; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. Pentingnya lingkungan belajar; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.

Hakekat

Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:
Konstruktivisme, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.

Tanya jawab, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.

Inkuiri, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.

Komunitas belajar, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.

Pemodelan, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.

Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.

Penilaian otentik, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.

Penerapan CTL dalam pembelajaran

Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.

223 tanggapan

  1. Najamuddin — 29 December 2011 pukul 15:38 WIB

    Assalamu’alaikum untuk semua sahabat guru,
    terimakasih tulisannya Pak Bandono, sangat inspiratif, tantangan guru dalam mengembangan program pengajaran dan implikasi dalam pelaksanaan, banyak sekali faktor yang sangat perngeruh kuat dalam CTL ini, menurut saya ada beberapa yg patut menjadi pemikiran utama:
    1. Bagaimana membangun motivsi siswa agar bisa menjadi tumbuh kembang kesadaran instringsik ( internal ) dalam diri siswa.
    2 Membangun koneksifitas melalui silhatuhrahmi dengan keluarga dan lingkungan eskternal dimana anak anak tersebut berada.
    3. Kesadaran orang tua siswa untuk mendukung program guru dalam membangkitkan motivasi instringsik ( Internal ) dengan jalan memberi fasilitas utama kepada anak anaknya di rumah.

    menurut saya dunia IT bisa menjadi perekat jarak antara ketiga langkah di atas, baik memalui e-learrning atau melalui jaringan internal di sekolah dan internet secara luas, kita bisa mencontoh yg telah di rilis oleh Bapak Tommi Satria Wahono memalui laman http://ilmukomputer.com dan ini bisa di sederhanakan kembali melalui jaringan intranet, Guru akan lebih dominan berperan sebagai MOTIVATOR, INSFIRATOR DAN MEDIATOR melalu laman laman site atau atau e-learning.

    mohon maaf kalau tulisan komentar saya aga berlebihnan, dan apabila tdk nya bung dengan tulisan di atas.

    salam kenal kepada seluruh guru yg sempat memberi komentar disini.

  2. ing — 29 January 2012 pukul 0:07 WIB

    numpang nanya,,,CTL itu termasuk pendekatan atau model pembelajaran???

    trus beda dari CTL n RME ap y??

  3. Jumardin — 31 January 2012 pukul 21:50 WIB

    assalamualaikum Pak, saya adalah mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia Universitas Nergeri Makassar.
    saya ingin bertanya pak, pertanyaan saya ringkas saja……
    “sekarangkan banyak yang membuat model-model pembelajaran yang dianggap efektif, model pembelajaran yang efektif itu seperti apa saja Pak…? dan apakah CTL itu dapat dikatakan sebagai model pembelajaran??? soalnya saya masih bingung Pak……thks…

  4. Jumardin — 31 January 2012 pukul 22:26 WIB

    assalamualaikum Pak, saya ingin bertanya pak, pertanyaan saya ringkas saja……
    “sekarangkan banyak yang membuat model-model pembelajaran yang dianggap efektif, model pembelajaran yang efektif itu seperti apa saja Pak…? dan apakah CTL itu dapat dikatakan sebagai model pembelajaran??? soalnya saya masih bingung Pak……thks…

  5. Muh Ali Hasan — 17 February 2012 pukul 7:26 WIB

    Saya kira CTL bagus untuk seorang guru asalkan jangan diplesetkan artinya menjadi : Cul Tinggal Lungo (silakan dipelajari sendiri saya mau pergi ada acara). 😀

  6. Nurul Fitriana — 26 February 2012 pukul 12:06 WIB

    Assalaqum,
    Pak, saya Mahasiswi Pend. Fisika FKIP,,Saya berencana mempunyai judul proposal mengenai ” Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD berbasis Contextual Teaching And Learning (CTL) Dibanding Model Pembelajaran CTL terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Kalor Kelas VII MTs.N Palu Barat ”
    nah, yang ingin saya tanyakan, apa sih beda’x Tipe STAD berbasis CTL dibanding CTL sendiri pada bidang fisika..???? Tolong dijelaskan Pak..
    Mohon konfirmasi segera lewat email’Q,,di Tunggu ya..^_^

  7. Endang Rita.S — 28 February 2012 pukul 8:42 WIB

    Ass.wr.wb Pak Bandono
    Thank’s a lot for your information. Sy butuh artikel tentg model2 pembelajaran yg sdh menerpkn PAIKEM Gembrot. If you have, please send me by my E-mail. Thanks be4. Wassalam

  8. Endang Rita.S — 28 February 2012 pukul 8:45 WIB

    Askum Pak Bandono….Thank’s a lot for your information. Tulisan Anda sngat bagus. Pada dasrnya tnggl bgmn guru memilki mtivsi utk menerpkanny d kls… Sy butuh artikel tentg model2 pembelajaran yg sdh menerpkn PAIKEM Gembrot. If you have, please send me by my E-mail. Thanks be4. Wassalam

  9. reni asriyani — 29 February 2012 pukul 23:39 WIB

    asslmkum, pak…
    minta bahan ttg CTL trhdp pembelajaran writing pak, dan apakah ke tujuh komponent tersebut harus ada dlam pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai??
    trima kasih pak

  10. Bay — 7 March 2012 pukul 19:06 WIB

    salam kenal pak..
    Assalamu’alaikum…
    pak,saya lagi nyusun skripsi saya sangat membutuhkan RPP, silabus, LKS, dan cara penilaian tentang CTL…
    kirimkan secepat nya ya pak..diemail zubaidah.ajah88@yahoo.com
    pli:s
    terima kasih.

  11. mutia — 9 March 2012 pukul 10:53 WIB

    asw…
    terima ksh pak telah memberian gambran tentng contektual,
    yang ingin saya tnyakan apakah perbedaan antara CTL dan RME..
    mohon d jelaskan pak k email saya m_fonna@yahoo.com
    tq

  12. dewi anita — 11 March 2012 pukul 9:25 WIB

    salm buat guru-guru di seluruh NKRI, makasih bapak atas infox. sy adalah guru di daerah khusus. karena jarak tempuh dan waktu sangat sulit, sy berada di kaki gunung rinjani lombok. sekali lagi terima kasih pak, salm buat keluarga bapak.

  13. ove — 12 March 2012 pukul 11:49 WIB

    saya sepakat pak penerapan tcl dalam pembelajaran

  14. puspita — 13 May 2012 pukul 18:46 WIB

    pak bandono….langkah-langkah pembelajaran CTL seperti apa sich,krn saya blm begitu mengerti pak.kalu bisa tolong dikirim ya pak ke email saya krn sy membutuhkannya….terimakasi pak bandono yg baikk…..

  15. Maretta — 29 May 2012 pukul 21:26 WIB

    pak bandono… kalau untuk materi fisika kelas VIII pembelajaran CTL cocoknya pada materi apa ya pak?

  16. syidrah Tunnur — 30 May 2012 pukul 17:27 WIB

    tolong bapak sebutkan materi apasaja yang digunakan dalam metode tersebut..beserta contoh soalnya pak

  17. nurulmia — 10 September 2012 pukul 14:06 WIB

    saya sedang menulis skripsi tapi bingung dengan judul yang di ACC,sementara saya sudah stengah jalan,mohon bapak beri petunjuk mana yang tepat Efektifitas pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe CTL atau Efektifitas pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe CTL?trimakasih sebelumnya pak

  18. laisa — 19 January 2013 pukul 21:38 WIB

    maaf bapak saya mau tanya, kebetulan saya membuat skripsi tentang pendekatan CTL. yang ingin saya tanyakan apakah dalam menerapkannya kita juga harus melakasanakan semua komponen CTL yang ada 7 tersebut ?

  19. Dewi — 25 April 2013 pukul 13:00 WIB

    Aslammualaikum pak… salam kenal pak,, pak sekarang ini sy sedang dalam menyiapkan tugas akhir saya yg berjudul pengaruh strategi pembelajaran CTL terhadp hasil belajar TIK siswa di MTs kls VIII sem 2 pak, tp sy bingung bagaimana menerapkan CTL ini dlm materi Excel dlm pembelajarannya pak..

    mohon bantuannya ya pak.. terimakasih pak

  20. RAHMAN Z — 12 April 2014 pukul 11:06 WIB

    mohon bantuannya pengaruh CTL terhadap listening mastery pak..

  21. hairani — 29 September 2014 pukul 11:14 WIB

    asslm..saya mahasiswa yang sedang membuat skripsi yang bertema metode CTL untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.saya mohon dengan sangat bapak bisa membantu memberi masukan dan informasi.dan bgmna pembuatan modulnya.terima kasih banyak atas perhatiannya.

  22. hairani — 29 September 2014 pukul 11:17 WIB

    assalamualaikum..saya mahasiswa yang sedang membuat skripsi yang bertema metode CTL untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.saya mohon dengan sangat bapak bisa membantu memberi masukan dan informasi.dan bgmna pembuatan modulnya.terima kasih banyak atas perhatiannya.

  23. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) | INFO PMB PTS STIM AMP YKPN YOGYAKARTA — 24 August 2015 pukul 11:35 WIB

    […] semula.Diringkas Dari Berbagai Sumber: What is Contextual Teaching and Learning The REACT Strategy Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning […]

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: