Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Penilaian Pengembangan Diri Perlu Kolaborasi

Saturday Pahing, 28 June 2008 — Lain-lain

Kegiatan Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi (dibimbing dan dinilai) oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang diberi tugas.

Kegiatan pengembangan diri dapat dilaksanakan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik serta kegiatan pengembangan kreativitas peserta didik baik melalui kegiatan ekstra kurikuler dalam bentuk aktivitas seperti: Kepramukaan, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Keolahragaan, Kesehatan dll, maupun melalui organisasi/kegiatan sekolah seperti: OSIS atau kegiatan lainnya yang diselenggarakan sekolah (pentas seni, perayaan 17 Agustus, pesantren kilat, kegiatan pemberantasan narkoba dll).

Aspek yang dinilai dalam kegiatan pengembangan diri lebih dominan pada aspek Sikap/Afektif peserta didik, yang difokuskan pada: pencapaian prestasi dan “perubahan sikap/perilaku peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri yang diselenggarakan oleh sekolah”.

Hasil penilaian yang dicantumkan dalam tabel Pengembangan Diri, berupa deskripsi tentang pencapaian prestasi peserta didik baik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maupun kegiatan/organisasi sekolah. Kriteria penilaian Pengembangan Diri disesuaikan dengan karakteristik program/kegiatan yang diikuti. Sedangkan penilaian untuk kegiatan pelayanan konseling terintegrasi di dalam nilai kepribadian dan akhlak.

Cara pengisian Tabel Pengembangan Diri

Kolom jenis kegiatan, diisi kegiatan yang diikuti oleh masing-masing peserta didik. Kolom keterangan, diisi dengan deskripsi singkat tentang predikat prestasi dan ketercapaian kemampuan baik keterampilan maupun pengetahuan, aktivitas/kegiatan sekolah yang diikuti peserta didik, serta sikap yang ditunjukkan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan dan setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri.

Contoh: Pengisian Tabel Pengembangan Diri

Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Olahraga Karate Baik: telah lulus ban kuning. Sikap kompetitif, sportifitas, kedisiplinan dan percaya diri baik
  2. Kepramukaan Cukup: dalam baris berbaris dan mengibarkan bendera masih perlu latihan kekompakan, sikap kerjasama perlu ditingkatkan, kedisiplinan baik.
  3. Palang Merah Remaja (PMR) Baik: terampil melakukan pernapasan buatan, kedisiplinan dan kerjasama baik.
  4. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Cukup: Penguasaan materi baik, sikap percaya diri dan kemampuan berargumentasi kurang, kerjasma dan kedisiplinan cukup.

Keikutsertaan dalam Organisasi/Kegiatan di Sekolah

  1. Kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekretaris Osis Th. 2006/2007
  2. Kepengurusan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Sekretaris MPK Th. 2007/2008
  3. Kegiatan Khusus Ketua Panitia Perayaan 17 Agustus Th. 2007

Sumber materi Bintek KTSP-2008

21 tanggapan

  1. Drs. Agus Mulyadi, M.Pd. — 7 July 2008 pukul 8:40 WIB

    Pak Bandono, saya kebetulan mampir di webnya Bapak. Alhamdulillah, saya kira inisiatifnya bagus. Berkenaan dengan penilaian, secara deskriptif baik, tetapi strukturnya mungkin perlu kita bangun bersama. Saya usul, bagaimana kalo model penilaian konseling dengan pendekatan UCA (understanding, comfort, and action) kita pakai dalam model penilaian yang lain, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Jadi kalo kita ingin menilai aktifitas siswa dalam olah raga karate, maka kita bisa lihat :
    Bagaimana pemahaman, wawasan, atau konsepnya
    Bagaimana sikap, kedisiplinan, atau responnya selama mengikuti kegiatan, serta
    Bagaimana keterampilan teknisnya, penguasaan jurus, power, dan hal-hal lain yang termasuk aspek teknis.
    Masalah kenaikan atau kelulusan ybs dalam tingkatan tertentu, dapat menjadi fakta hasil penilaian dan dapat dideskripsikan secara umum atau melalui tabel untuk keseluruhan peserta.
    Terima kasih ya atas inisiatifnya.
    Wassalam
    Agus Mulyadi

  2. rudy hilkya — 22 July 2008 pukul 15:10 WIB

    senangnya bisa dapat materi bintek ktsp dari web bapak amudiono niy sering-sering pak diapdet biar kami di pelosok bisa mengetahui perkembangan ktsp yang sedang tren :D

  3. rudy hilkya — 22 July 2008 pukul 15:11 WIB

    sorry pak, saya salah sebut maaf Pak Bandono

    sekali lagi mohon maaf …

  4. syuaib surawijaya — 24 July 2008 pukul 23:11 WIB

    matur nuwun, makasih numpang baca-baca !!!maaf dari bengkulu

  5. murtiningsih — 25 July 2008 pukul 10:35 WIB

    Asslm,Pak dalam penilaian pengembangan diri yang di nilai hanya ekskul saja? bgmana dg penilaian di dalam kelas?mohon penjelasannya Pak, soalnya saya gru baru yang sama sekali belum punya pengalaman. Lewat email saya sja ya Pak: bunda_010985@yahoo.co.id terima kasih pak sebelumnya!

  6. NUSALAM HISTY — 2 August 2008 pukul 6:37 WIB

    SILABUS BK SMA ADA PASPORNYA TOLONG PASPORNYA PAK KARENA KALAU DICETAK DIBISA
    DAN TOLONG KIRIMKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TINGKAT SMP SILABUS, RPP DLL

  7. Suryo Hartono — 5 August 2008 pukul 3:00 WIB

    Assalamu’allaikum
    Pak Bandono yang terhormat, perkenalkan, nama saya Suryo Hartono, alumni SMA 7 tahun 1990.

    Tulisan-tulisan bapak sungguh menarik & bermanfaat bagi saya pribadi. Ada persamaan dengan yang saya alami dalam meniti jenjang pendidikan dan pekerjaan. Terutama mengenai “Pengembangan diri memerlukan kolaborasi”.

    Dulu saya termasuk siswa yang tidak terlalu pintar dan hal ini lebih diakibatkan karena tidak adanya self motivation to looking forward.
    Waktu itu dari SMP jika bisa memilih, saya lebih suka jalan-jalan, dibandingkan dengan jika harus belajar di kelas. Hal ini berlanjut sampai dengan SMA.
    Meskipun waktu itu saya termasuk pengurus OSIS, PMR dan salah satu yang merintis masuk-nya ekstra kurikuler olah raga ke SMA 7, hal itu tidak juga membuat saya termotivasi untuk belajar sungguh-sungguh. Kemudian ketika kelulusan, ada nilai yang jelek di dalam STTB saya. Tersengat diri saya, saya akan buktikan bahwa saya tidak bodoh.
    Rupanya hal itu membuat saya tersadar, bahwa ada yang salah terhadap diri saya.
    Kemudian memasuki masa kuliah, dari awal saya sudah niat, “tidak boleh ada kesalahan lagi”. Kuliah adalah untuk dimengerti & dipahami, bukan semata-mata hanya datang, kuliah terus pulang.
    Pelajaran matematika waktu itu menjadi pelajaran yang sangat tidak saya sukai, tetapi pada saat masuk dunia kerja, saya harus ketemu dengan matematika setiap hari.
    Saya memotivasi diri sendiri kalo matematika itu bisa meng-asyik-kan (meski hal ini tidak bisa dengan mudah dilakukan). Alhamdulillah, saya bisa melewati semuanya dengan baik.
    Saat ini di sela-sela kesibukan rutin, saya juga ditugaskan untuk mengajar di STAN. Ternyata mengajar memang membuat kita harus selalu belajar dan belajar. Termasuk terus menerus memompa motivasi diri sendiri….
    Insya Alloh, jika ada kesempatan nanti saya akan main ke SMA 7.

    Wassalamu’allaikum
    Hormat saya

    Suryo.

  8. supaat i. lathief — 8 August 2008 pukul 1:08 WIB

    Ass. Pak! Kami konselor SMA di kabupaten malang, sangat apresiatif terhadap ide-ide cemerlang Bapak, karena dengan keberadaan Bapak profesi konselor tidak hanya menjadi penggenap tenaga pendidik saja. Kami setuju dengan pendekatatan penilaian yang ditawarkan Pak Agus Mulyadi, yaitu UCA (understanding, confort and action). Dengan demikian kita sebagai konselor bisa lebih apresiatif dalam “membantu” siswa, dan sebagai “helper professional” seperti dikehendaki siswa.

  9. afif — 24 September 2008 pukul 21:41 WIB

    Assalamu alaikum…pak saya mahasiswa unversitas negeri malang, pgn minta contoh penelitian tindakan kelas secepatnya, buat kuliah mata kuliah metodologi penelitian, klo bisa kirim seceptnya k email saya ya pak, karena saya sangat butuh, klo udah tolong confirm k no hp saya di 085646929946, makasih kerja samanya ya pak…
    wassalam…

  10. Ali (alumi ) — 30 October 2008 pukul 18:39 WIB

    Alow pak apa kabar ? masih ingat dengan saya nggak, siswa bapak yg paling bandel….hehehhehe….. sekarang ali Kulia Di BINUS.. salam buat bapak kepala sekolah

    link blog free download
    http://service-epson.blogspot.com
    http://indoresetter.blogspot.com
    htt://www.flash-game.web.id

  11. imron rosadi siregar,SPd — 6 December 2008 pukul 16:35 WIB

    tolong dikirimkan contoh penelitian tindakan kelas mata pelajaran matematika sma

  12. Martini Sikumbang — 17 December 2008 pukul 15:37 WIB

    As.Wr.Pak nama Saya Martini Sikumbnag Guru Konseling Islamic Girls Boording School Darul Marhamah Ceulengsi -Bogor .Salam kenal Pak Bandono.sy mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah membentuk forum ini.semoga menambah wawasan saya sebagai guru konseling.

  13. misluddin — 22 December 2008 pukul 14:05 WIB

    pak saya guru BK sma islam pb sudirman ingin sekali memdapatkaan tentang program sekaligus silabus dan format pengambanagan diri yang bapak miliki kalauboleh saya minta kirimkan melalui email saya tks pak

  14. imam syahrul — 15 January 2009 pukul 15:25 WIB

    Ass. Pak saya ketua KIR dari SMAN 31 Jakarta. Saya mohon bantuan anda dengan sangat. apakah ada kurikulum/standar2 kompetensi untuk program wajib excul kir seperti silabus KTSP pelajaran??

  15. Eko Raharjo — 20 February 2009 pukul 14:10 WIB

    Salam Luar Biasa…….
    Menjadi pribadi yang selalu memahami makna dari sebuah pencapaian kualitas akan mampu memberikan nilai lebih tidah hanya untuk dirinya namun juga bagi lingkungan. Salam hangat dari sahabat di Solo

    Eko Raharjo, Dosen, Trainer, Motivator
    http://www.forumkuliah.wordpress.com

  16. Rina Kartikasari, SST — 13 March 2009 pukul 15:17 WIB

    saya sangat tertarik pak Eko, kebetulan saya mau memasukkan mata kuliah pengembangan citra diri di dalam kurikulum pendidikan D3 Kebidanan, namun kesulitan dalam penyusunan silabus, mudah-mudahan bapak dapat membantu saya, terima kasih atas bantuan bapak.

  17. eza — 10 April 2009 pukul 14:49 WIB

    pak sebelumnya saya mau ngucapin makasih !!! atas informasi yg telah bapak berikan.di school saya ada program peng. diri KIR (karya ilmiah remaja)saya mengambil judul masalah tentang minat siswa dgn peng. diri ,jadi saya perlu data tntang peng diri,pak klw boleh tanya pengertian dari peng diri apa ya pak ?(dalam rangka keperluan tugas)
    Za_chocogal@yahoo.co.id

  18. sautparl — 29 May 2009 pukul 9:40 WIB

    saya kira konsep pengembangan diri lebih ditekankan pada diri (self) itu sendiri. dan self itu berisikat keyakinan-keyakinan yang harus terus di update. jika sebuah keyakinan tidak memadai atau menghambat, tentu harus diperbaiki sedemikian rupa. inilah konsep dari pengembangan diri.

  19. kiki mariah — 23 December 2009 pukul 20:11 WIB

    Asslakm pak, pak saya mhs BK yang sedang penelitian tentang pengembangan diri di sekolah, saya kekurangan referansi pak. pak bisa tolong kirimkan tentang seperti apa pelaksanaan pengembangan diri di sebuah SMP yang idealnya pak. tolong kirim ke email saya pak : kiki_mariah@yahoo.co.id. makasih sebelumnya pak.
    was.

  20. ratnaningrum — 16 July 2010 pukul 8:34 WIB

    sangat bahagia bisa jadi orang seperti bapak , bisa bantu temen-temen khususnya guru-guru pembimbing indonesia dalam memecahkan problema sebagai guru pembimbing, ide2 bapak selalu di tunggu temen2pembimbing indonesia dan yang sangat di tunggu penelitian tindakan kelas Bimb. Konseling kapan bapak mau tampilkan sangat saya tunggu, mudah-mudahan segalanya lancar dan Allah pasti membalas kebaikan bapak , aamiin ya robbal alamien

  21. joram aritonang — 20 October 2013 pukul 9:43 WIB

    Kiriman

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: