Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Sistim Kredit Semester Dan TQM (Total Quality Schools)

Wednesday Pon, 17 September 2008 — Lain-lain

Selama ini sekolah menyelenggarakan kurikulum dengan pendekatan sistem paket semester. Pada pendekatan ini siswa diperlakukan secara seragam. Memulai program dan menyelesaikan pelajaran pada waktu yang sama. Siswa yang dapat belajar lebih cepat idealnya mendapat pengayaan belajar, namun tidak membuatnya untuk mempercepat penyelesaian pendidikannya. Siswa yang tidak tuntas mendapat remedial, namun sesudah memenuhi batas ketuntasan mereka kembali bergabung pada kelompoknya.

Model pelayanan itu dipandang tidak efektif karena tidak memberikan pelayan optimal terutama terhadap siswa yang memiliki potensi untuk menyelesaikan pelajarannya dengan cepat. Dalam memenuhi harapan untuk memeberikan pelayanan belajar yang dapat memenuhi kebutuhan setiap individu inilah sistem kredit semester diterapkan. Dengan dasar ini pada hakekatnya sistem kredit semester diterapkan untuk memberikan peluang memfasilitasi peserta didik mengembangkan potensi dirinya melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 19 PP 19 tahun 2005.

Penerapan SKS merupakan bagian dari penerapkan model manajemen Total Quality Management (TQM). Secara afilosofis model ini fokus pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. TQM telah diadopsi dari sistem lembaga usaha dalam melakukan perubahan. Dari hasil kolaborasi Universitas Washington dengan sekolah negeri di St.Louis munculah konsep Total Quality Schools (TQS) yaitu konsep unik tentang strategi meningkatkan efektivitas sekolah (http://www.crossroad.to/Quotes/ TQM.html) dengan mendayagunakan TQM sebagai konsep maupun perangkat pembaharuan. Tujuanya adalah meningkatkan mutu pelayanan sekolah melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai solusi untuk membantu siswa melalui pengembangan kondisi sekolah sebagai tempat terbaik untuk siswa belajar dan mengembangkan potensinya secara optimal. Sistem kerja sama yang efektif tentu memerlukan perencanaan, pengorganisasian, kendali, pengarah, staf, dan secara keseluruhan membentuk sistem yang visioner.

Beberapa pilar utama dalam pelaksanaan TQS ialah efektifnya kerja sama, semua melayani semua, kepala sekolah, guru, siswa, staf selalu menjaga (1) efisiensi biaya, (2) menerapkan ukuran kualitas produk yang mengacu pada basis kriteria kebutuhan siswa berprestasi (3) menerapkan ukuran dan pembaharuan mutu proses pembelajaran (3) memahami bagaimana pengelolaan input menjadi output dengan selalu berlandaskan kreasi sehingga selalu menghasilkan hasil pekerjaan yang inovatif (4) memahami dengan baik harapan orang tua siswa dan siswa melalui proses kerja sehari-hari.

Untuk mendapatkan mutu output pendidikan terbaik maka sekolah harus membangun kualitas pada tiap pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, mendayagunakan guru dan staf sekolah untuk memecahkan tiap masalah dalam peningkatan mutu, melakukan pembaharuan dalam proses pengelolaan (http://www.orgdynamics.com/tqci.html). Sebagai landasan utama dari sistem perubahan ini maka sekolah perlu mengembangkan sumber daya yang lebih cerdas, lebih kompak, dan berkomitmen untuk meningkatkan mutu seluruh tahap pekerjaan secara terencana dan berkelanjutan.

1 tanggapan

  1. Pepen Ali, SH — 9 March 2009 pukul 14:17 WIB

    Saya sangat tertarik dengan Konsep TQS ini yang merupakan kreasi dari konsep TQM (Total Quality Manajemen) pada perusahaan. Saya kepingin lebih tahu banyak tentang konsep ini. Sudilah kiranya Bapak mau sharing ilmu dengan kami, terima kasih sebelumnya

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: