Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

SMA N 7 Yk Maju Tingkat Prop.DIY

Wednesday Pahing, 21 October 2009 — Kegiatan, Seveners

Selasa Legi tanggal 20 Oktober 2009 SMA Negeri 7 Yogyakarta mengikuti seleksi Sekolah Sehat Tingkat Propinsi DIY setelah bersaing dengan SMA yang ada dikota seveners terpilih mewakili Kota Yogyakarta setelah berhasil berkompetisi di tingkat Kota dan memperoleh gelar juara 1 berkat dukungan dari civitas akademika dan Pemerintah Tingkat Kecamatan Mantrijeron secara rutin memberikan pembinaan.

Dalam penilaian pelaksanaan lomba sekolah sehat tim yuri diterima di Bangsal Wiyata mandala dengan disambut Pleton Inti Kartika dengan baris dan sikap sempurna tamu undangan memasuki bangsal dengan pra acara suguhan tari kreasi baru hasil binaan ekstrakurikuler. Dianjutkan sambutan kepala sekolah sebagai tuan rumah menyampaikan bahwa keberadaan SMA Negeri 7 Yogyakarta mengikuti lomba bukan semata-mata mencari kejuaraan tetapi sudah menjadi kultur budaya bersih dan pemberdayaan semua komponen sekolah menciptakan lingkungan yang represemtatif dan kondosif.

Hadir dalam acara tersebut adalah Tim Yuri dari Tingkat Propinsi dari berbagai unsur yang terkait, Pejabat Dinas Pendidikam Kota Yogyakarta dan kecamatan Mantrijeron dan tamu undangan untuk menyaksikan proses penilaian lomba. Tim Penilaian dalam sambutannya menyampaikan berbagai hal yang berhubungan dengan indikator penilaian pelaksanaan sekolah sehat yang harus dipenuhi sebuah sekolah. Sebelum penilaian dilapangan acara diakhiri dengan doa yang dipimpin Bapak Suyono, S.Ag.M.Ag. Guru Agama SMA Negeri 7 Yogyakarta dilanjutkan makan siang bersama dan sholat berjamaah di Mushola Adz-Dzikri.

Seteah makan siang dan sholat bersama tim yuri keliling ke pos penilaian masing-masing di pandu dan didampingi bapak dan ibu guru yang telah ditunjuk untuk memberikan penjelasan dan keteangan kepada dewan atau Tim yuri diantaranya ruang UKS, Kantin sekolah, Kamar mandi dan WC, Perpustakaan, Mushola Adz-Dzikri serta Taman dan tempat cuci tangan. Selama proses penilaian banyak saran dan kritik yang membangun dari tim penilai. Dan hal itu diperlukan untuk menimbang kelayakan SMA N 7 Yogyakarta untuk lolos seleksi dan menuju kompetisi selanjutnya ke tingkat Nasional.

Proses penilaian diakhiri dengan evaluasi dari tim panilai oleh Bapak Camat Mantrijeron menghimbau agar sekolah ini tetap menjaga dan memelihara lingkungan sekolah yang bersih sesuai dengan Slogan Kota Yogyakarta yaitu ”Bersih Hijau Jogjaku ” serta diterima oleh Bapak Kepala Sekolah SMA N 7 Yogyakarta. Namun, di tengah-tengah acara tiba-tiba terjadi insiden di latar bangsal. Yang ternyata adalah demo Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan sekaligus simulasi penyelamatan jiwa dari tim PMR SMA N 7 Yogyakarta. Dan setelah atraksi tersebut acara ditutup dengan doa bersama dan penghormatan untuk mengantar tim penilai kembali oleh anggota peleton inti Kartika. SMA N 7 Yogyakarta telah selesai melewati kompetisi hari itu dan menanti harapan keberhasilan untuk melaju ke tahap selanjutnya. BRAVO WIBHAKTA Seveners!

Belum ada tanggapan dari pembaca

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: