Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Kepala Sekolah Pertemuan di SMAN 7 Yk

Saturday Wage, 7 November 2009 — Lain-lain

Sabtu Wage tanggal 7 Nopemebr 2009 Para Kepala Sekolah yang tergabung dalam MUSKA berkumpul di SMA Negeri 7 Yogyakarta adakan pertemuan rutin dengan menghadirkan Prof. Dr. Ki Supriyoko dalam rangka memberikan penyegaran kepada anggota MUSKA mengenai perkembangan pendidikan baik tingkat perguruan tinggi maupun di SMA yang ada dalam peringkat dunia dalam segi positifnya.

Dalam paparannya beliau mengupas tentang mutu pendidikan di SMA khusus nya di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mungkin secara peringkat kita kalah tetapi tingkat kejujuran di daerah kita adalah tinggi alias bagus. Bagaimana cara mengembangkan kualitas pendidikan SMA khususnya di Jogja perlu keterlibatan dari berbagai unsur baik dari sekolah itu sendiri maupun memperhatikan standar nasional yang tercermin dalam akeditasi yaitu 8 standar yang ada papar beliau di hadapan 70 kepala sekolah se- DIY.

Secara teknis beliau belum bisa memaparkan tapi di Propinsi DIY memiliki filosofi yang perlu dipahami insan pendidikan, masyarakat termasuk kepala sekolah dalam RPJPD tahun 2006 – 2025 yaitu “Memayu Hayuning Bawana” yang diterapkan dalam konsep Trihayu yaitu sarira, bangsa dan bawana (manungsa) dengan tetap memperhatikan visi pembangunan DIY (RPJPD 2006-2025 yaitu mewujudkan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2025 sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera.

Untuk merealisasi dan mendukung mutu dan mewujudkan visi dan misi Propinsi DIY perlu adanya koordinasi antara SMA yang tergabung dalam MKKS (MUSKA) memberikan kontribusinya dalam dunia pendidikan.

Pada akhir pertemuan juga dibahas tentang berbagai kegiatan baik sifatnya sosial, akademis dalam rangka meningkatkan pendidikan di DIY dan peran MKKS memberikan sumbangan pemikiran khusus di dunia pendidikan.

1 tanggapan

  1. muslimah — 10 November 2009 pukul 11:37 WIB

    Saya sempat merekam apa yang disampaikan Prof Supriyoko, tentang peringkat sekolah di luar negeri, dengan gaya bicara yang sangat luar biasa.sebagai pembanding,sangat menarik. Saya melihat kurikulum kitapun mengadopsi dari luar, contoh yang paling sederhana tentang penyebutan kelas.
    Nah …. Sekarang bagaimana MKKS setelah pertemuan tersebut ada action sebagai hasil dari “penyegaran”.

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: