Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

BK Sekolah Komprehensif

Monday Legi, 9 November 2009 — Kegiatan, Konseling, Lain-lain

Melalui pemahaman dan penguasaan yang mendalam tentang asumsi pokok program BK yang bersifat komprehensif dan penjabaran dalam komponen-komponen program, maka konselor diharapkan dapat menyusun dan mengembangkan rencana aksi layanan BK dengan tujuan dan target terukur serta berdasarkan skala prioritas layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang konselor harus menyadari sepenuhnya bahwa tujuan-tujuan yang akan ditetapkan dalam perencanaan program BK harus menjadi bagian integral dari tujuan pendidikan nasional pada umumnya dan visi/misi yang ada di sekolah secara khusus. Dengan demikian, petugas bimbingan dan konseling mampu dengan tepat menentukan bagaimana cara yang efektif untuk mencapai tujuan beserta sarana-sarana yang diperlukannya.

Bimbingan dan Konseling sebagai Sistem dan Subsistem

Berdasarkan asumsi dasar tentang sifat menyeluruh (komprehensif) program BK, kegiatan BK merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling bertalian, sambung-menyambung, dan setiap bagian memiliki ikatan kesatuan dengan bagian yang lain yang berorientasi pada pencapaian tujuan tertentu. Dengan demikian, kegiatan BK dapat dianggap sebagai subsistem dalam sistem pendidikan yang menjadi induknya. Rangkaian kegiatan BK pada akhirnya memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan rangkaian kegiatan sekolah lainnya.

Sementarai itu, BK sebagai suatu sistem memiliki tiga aspek utama (Gunawan, 2001), yakni:

  1. Tujuan yang hendak dicapai sebagai aspek utama yang harus ditentukan terlebih dahulu. Penetapan tujuan akan memudahkan konselor menentukan strategi yang akan dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan yang dimaksud
  2. Kegiatan pokok yang menunjang langsung tercapainya tujuan. Bagian-bagian pokok dari suatu sistem dan strategi yang dikembangkan biasanya disebut sebagai penjabaran aktivitas dari suatu strategi yang di dalamnya terdapat aktivitas utama yang hendak dilakukan. Dengan kata lain, tercapainya tujuan hanya mungkin terjadi melalui implementasi kegiatan-kegiatan yang dimaksud. Kegiatan-kegiatan yang dikembangkan sebaiknya dirumuskan secara tepat sasaran dan dengan dampak yang terukur
  3. Implementasi kegiatan (proses) atau berfungsinya isi dari suatu strategi yang mengarah pada pencapaian tujuan. Kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan semaksimal mungkin harus diusahakan dapat terlaksana sebaik mungkin.

Ketiga aspek dari program BK sebagai sistem tersebut saling berkaitan dan satu kesatuan organis yang berproses menuju tujuan layanan ataupun program yang hendak dicapai. Dalam rangka itu, modul materi ini bermuara pada fasilitasi keterampilan praktis bagi konselor tentang prosedur penyusunan program BK yang memperhatikan berbagai asumsi dasar dan komponen layanan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sistematika Penyusunan dan Pengembangan Program BK

Sistematika penyusunan dan pengembangan program BK Sekolah yang komprehensif pada dasarnya terdiri dari dua langkah besar, yaitu: a) pemetaan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan; dan b) desain program yang sesuai dengan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan. Adapun penjabaran dari tiap-tiap langkah besar sebagai berikut:

1. Desain Program BK dan Rencana Aksi (Action Plan)

Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan Action plan yang akan disusun paling tidak memenuhi unsur 5W+1H (what, why, where, who, when, and how). Dengan demikian, konselor dan petugas bimbingan perlu melakukan hal-hal berikut ini: 1)Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.,2)Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu, sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah.,3)Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik; Program Tahunan dan Program semester.,4)Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan.,5)Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail, buku-buku, brosur, atau majalah dinding), kunjungan rumah (home visit), konferensi kasus (case conference), dan alih tangan (referral).

2. Pemetaan Kebutuhan, Masalah, dan Konteks Layanan

Penyusunan program BK di sekolah haruslah dimulai dari kegiatan asesmen (pengukuran, penilaian) atau kegiatan mengidentifikasi aspek-aspek yang dijadikan bahan masukan bagi penyusunan program/layanan (Depdiknas, 2007). Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen konteks lingkungan program yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan dan tujuan sekolah, orangtua, masyarakat, dan stakeholder pendidikan terlibat, sarana dan prasarana pendukung program bimbingan, kondisi dan kualifikasi konselor, serta kebijakan pimpinan sekolah; (2) asesmen kebutuhan dan masalah peserta didik yang menyangkut karakteristik peserta didik; seperti aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya), kecerdasan, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar, minat, masalah-masalah yang dihadapi, kepribadian, tugas perkembangan psikologis.

Melalui pemetaan ini diharapkan program dan layanan BK yang dikembangkan oleh konselor benar-benar dibutuhkan oleh seluruh segmen yang terlibat dan sesuai dengan konteks lingkungan program. Dengan kata lain, program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana per semester ataupun tahunan bukan sekedar tuntutan administratif, melainkan tuntutan tanggung jawab yang sungguh harus dilaksanakan secara professional. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh konselor dalam memetakan kebutuhan, masalah, dan konteks layanan: 1) Menyusun instrumen dan unit analisis penilaian kebutuhan. Eksplorasi peta kebutuhan, masalah, dan konteks membutuhkan instrument asesmen yang berfungsi sebagai alat bantu. Dalam instrumen ini, konselor merumuskan aspek dan indicator beserta item pernyataan/pertanyaan yang akan diukur dan jenis metode yang akan digunakan untuk mengungkap aspek dimaksud. Metode yang dapat digunakan, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan sebagainya., 2) Implementasi penilaian kebutuhan. Pada tahap ini, konselor sesegera mungkin mengumpulkan data dengan menggunakan instrument yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan memperoleh gambaran kebutuhan dan konteks lingkungan yang akan dirumuskan ke dalam program lebih lanjut., 3) Analisis hasil penilaian kebutuhan. Setelah data terkumpul, konselor mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi hasil penilaian yang diungkap dengan tujuan kebutuhan, masalah, dan konteks program dapat teridentifikasi dengan tepat., 4) Pemetaan kebutuhan/permasalahan. Setelah hasil analisis dan identifikasi masalah terungkap, petugas BK dan konselor membuat peta kebutuhan/masalah yang dilengkapi dengan analisis faktor-faktor penyebab yang memunculkan kebutuhan/permasalahan

Sumber: Fathur Rahman (2009) Penyusunan Program BK di Sekolah (Bahan PLPG) Yogyakarta: Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY)

16 tanggapan

  1. diana — 17 November 2009 pukul 10:48 WIB

    Alhamdulillah, saya dapat tambahan ilmu dari bapak, terutama ketika hendak menyusun program yang selama ini hanya meneruskan apa yang sudah dibikin oleh petugas bk sebelumnya, tanpa mengadakan analisis tentang apa dan bagaimana kondisi siswa saat ini, yang tentunya beda dari tahun ke tahun. trimakasih.

  2. Drs. Bandono, MM — 20 November 2009 pukul 9:28 WIB

    Benar selama ini ada sebagian ! teman guru pembimbing lupa dengan perkembangan dan kebutuhan yang ada disekolah sehingga jarang uppdate materi dan copy paste tanpa ada modifikasi

  3. Iyud — 25 November 2009 pukul 11:37 WIB

    masi ingat saya tdk Pak??saya Iyud alumnus SMA 7 IPS 3 (angkatan 2009).
    Setuju Pak Ban..hehe
    BK Komprehensif sangat baik dipaktekan disekolah,karena mencakup semua unsur (tidak hanya konseli yang dilayani,tapi juga orangtua,masyarakat dan lingkungan konseli)sehingga bisa mengoptimalkan perkembangan pribadi siswa secara utuh. Selain itu dalam program BK komprehensif juga melakukan fungsi humas yang bertugas menginformasikan peran,visi dan misi, dan kegiatan BK di sekolah kepada mesyarakat dalam bentuk buletin,koran sekolah,dll,agar tidak ada pandangan negatif terhadap BK yang sering dianggap sebagai polisi sekolah..
    hehe..sok tau deh..

  4. Drs. Bandono, MM — 26 November 2009 pukul 9:24 WIB

    kita sebenarnya dalam menyusun program bimbingan dan konseling perlu memperhatikan lintas sektoral tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri tanpa melibatkan unsur-unsur yang ada intinya perlu kolaborasi dengan berbagai unsur yang relevan dan saling memberikan kontribusi daam pelaksanaannnya.

  5. dewi — 7 January 2010 pukul 13:14 WIB

    assalamualaikum pak
    saya guru di SMK N3 Sukoharjo, tp tinggal di jogja jg. saya diberi tugas di BK tp karena BK bukan bidang sy Saya butuh modul, silabus atau apapun yang berhubungan dengan BK. kalau bisa dikirim lewat email, sy ucapkan terima kasih
    wassalam

  6. SUNARTI — 14 June 2010 pukul 21:34 WIB

    Saya guru BK baru di SMAN 2 Ketapang kalbar, sy msh bingung ni untuk melaksanakan pelayanan BK dalam KTSP utk tahun pelajaran ini krn sy blm mmiliki buku materinya sbg bhan ajar sy. sedangkan cnth silabus dan RPP dlm KTSP sudah punya. bisakah bapak tolong kirimkan cntoh modul Pelayanan BK dalam KTSP?

  7. SUNARTI — 14 June 2010 pukul 21:42 WIB

    Saya guru BK baru di SMAN 2 Ketapang kalbar, sy msh bingung ni untuk melaksanakan pelayanan BK dalam KTSP utk tahun pelajaran ini krn sy blm mmiliki buku materinya sbg bhan ajar sy. sedangkan contoh silabus dan RPP pelayanan BK dlm KTSP sudah punya. bisakah bapak tolong kirimkan cntoh modul Pelayanan BK dalam KTSP lewat email sy?

  8. suratno — 21 July 2010 pukul 4:40 WIB

    mohon kami dikirimi contoh program bk yang bagus dan prgram pengembangan diri. thanks atas kirimannya

  9. Yunita — 24 July 2010 pukul 4:46 WIB

    Asslamualaikum pak saya guru baru tolong kirimkan contoh ktsp silabus dan rpp bimbingan dan konseling

  10. sumiyati — 17 August 2010 pukul 23:02 WIB

    Selamat menjalankan ibadah puasa…, Pak saya dulu mahasiswa Bapak di UPY dan Alhamdulilah saya sekarang dah menjadi guru BK di wilayah dinas pendidikan kabupaten Gunungkidul.Angkatan 1995. Untuk teman -teman sealmamater gabung yuk….

  11. rostyiid — 29 August 2010 pukul 9:04 WIB

    terima kasih

  12. iin herlina — 29 October 2010 pukul 8:52 WIB

    pak, saya guru BK baru di Kec Pinggir Riau, terlalu banyak ide yang ada di dalam kepala untuk dituangkan ke dalam program BK di sekolah, saya mohon bantuan bapak untuk memudahkan penyusunan program dan saya juga minta tolong dikrimi contoh rpp, modul pelayanan bk di sekolah untuk menjadi acuan penyusunan rpp saya disini. terima kasih banyak sebelumnya pak…

  13. anggit tasbihul imam — 29 October 2010 pukul 15:31 WIB

    pak mau tanya, materi kewirausahaan untuk bahan ujian nyampai mana?
    terima kasih..

  14. alvon — 5 March 2011 pukul 10:12 WIB

    ass,, pak !!
    sy mahasiswa BK,, sya mohon bantuan bpk,, kirimin sya pengertian kunjungan rumah/home visit,,dari beberap referensi buku yang ada pda bpk,, bantuan bpk sangat sy harapkan….terima kasih atas kirimanya ……

  15. Yuli zarni — 20 March 2011 pukul 21:08 WIB

    ass,,pak saya mahasiswa yang baru belajar BK.. sy mau brtanya: bagaimana seorng guru BK mengatasi sikap dan kebiasaan belajar siswa yang negatif. sya butuh bantuan dari bapak,,, terima kasih pak

  16. febrian — 8 June 2011 pukul 19:03 WIB

    terima kasih pak. . .benar- benar saaanngggaaaattt membantu kami dalam menyelesaikan tugas evaluasi dan supervisi bk

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: