Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Prodi BK Unila Berkunjung di SMAN 7 YK

Thursday Wage, 21 January 2010 — Kegiatan

Hari Rabu Pon tanggal 20 Januari 2010 SMA Negeri 7 Yogyakarta menerima rombongan Studi Banding dari Universitas Negeri Lampung Program Studi Bimbingan dan Konseling 50 orang terdiri dari 46 mahasiswa dan 4 Dosen Pembimbing Lapangan diantaranya Bapak Muswadi Rosian, M.Pd., Giyono, M.Pd., Drs. Yasmansyah, M.Si. dan Ibu Ratna Widiastuti, S.Psi.

Dalam kunjungan di SMA Negeri 7 Yogyakarta pimpinan rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan adalah ingin mengetahui sejauh mana implentasi Pengembangan diri khususnya bimbingan dan konseling dalam bingkai KTSP terutama keterlaksanaannya. Dari kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para mahasiswa sehingga nantinya ketika para para mahasiswa praktikum dilapangan (PPL) maupun terjun di sekolah sudah memiliki bekal dan pengalaman yang di dapat dari studi banding ini. Sebagai pimpinan rombongan mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak SMA Negeri 7 Yogyakarta yang telah menerima rombongan dan berkenan memberikan pencerahan dan berkenan untuk diskusi dengan para mahasiswa kami.

Dari pihak SMA Negeri 7 Yogyakarta diterima oleh Bapak Kepala sekolah Drs. Mawardi didampingi waka humas Supardjo SP.,S.Pd. dan waka kurikulum Ibu Dra.Baniyah dan Guru Pembimbing (Konselor) diantaranya Ibu Dra. Sumiyati, Drs. Maryono, M.Si. dan Bapak Bandono.terjadi diskusi sekitar pelaksaksaan bimbingan dan konseling di lembaga ini

Sejalan dengan adanya program pemerintah tentang sertifikasi guru termasuk guru pembimbing Sebagaimana lazimnya dalam suatu profesi, dimana sosok utuh kompetensi konselor yang terdiri dari 2 komponen yang berbeda namun terintegrasi dalam dalam praksis sehingga tidak bisa dipisahkan yaitu kompetensi akademik dan kompetensi profesional.
dimana tuntutan kedepan seorang guru pembimbing (konselor) harus memiliki kompetensi dalam a) merancang kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling b) mengimplemantasikan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, c) menilai proses dan hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling serta melakukan penyesuaian-penyesuaian sambil jalan (mid course adjusment) berdasarkan keputusan transaksional selama rentang proses bimbingan dan konseling dalam rangka memandirikan konseli (mind competence), d) mengembangkan profesionalitas sebagai konselor secara berkelanjutan maka SMA Negeri 7 Yogyakarta mencoba membuat analisis-analisis dan merespon dengan adanya tuntutan tersebut kata bapak Bandono .

Dengan tuntutan dan perkembangan yang ada SMA Negeri 7 Yogyakarta mencoba mengidentifikasi berbagain persoalan perkembangan bimbingan dan konseling dilapangan sebagai pijakan dan acuan untuk penyesunan program dan aplikasi disekolah sebagai konsekuansi memberikan layanan kepada peserta didik (konseli) secara formal dan non formal diantaranya melalui cyber counseling walaupun secara kodrat agak berbeda dengan proses konseling yang sebanarnya. yang jelaskan dengan layanan bimbingan dan konseling menggunakan media Teknologi Informasi paling tidak bisa mengcover anak-anak yang sudah melek ITnya.

Pada akhir pertemuan dilanjutkan penyerahan cindera mata sebagai kenang-kenangan dari dua instansi kemudian dilanjutkan kunjungan ke ruang bimbingan dan konseling dan dilanjutkan foto bareng. Selamat jalan calon-calon konselor yang andal dipundakmu membawa misi mencerdaskan anak bangsa. BRAVO SEVENERS.

1 tanggapan

  1. roni — 15 March 2010 pukul 20:04 WIB

    terima kasih atas smbutan hangatnya pak…

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: