Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Keterampilan Konfrontasi

Tuesday Legi, 2 February 2010 — Lain-lain

Dalam berkonfrontasi dengan konseli, seringkali diperoleh isi pembicaraan atau isi pesan yang bertentangan. Seorang konselor dituntut mampu mengkomunikasikan pesan-pesan ganda (pesan yang bertentangan) tersebut kepada konseli dengan cara-cara yang dapat diterima oleh konseli. Keterampilan untuk mengkomunikasikan pesan ganda tersebut disebut keterampilan konfrontasi.

Konfrontasi adalah usaha sadar konselor untuk mengemukakan kembali dua pesan atau lebih yang saling bertentangan yang disampaikan konseli. Konfrontasi merupakan salah satu respon konselor yang sangat membantu konseli. Jika disampaikan secara tepat, konfrontasi memungkinkan konselor mengemukakan dua pesan ganda konseli (pesan yang berlawanan) tanpa menimbulkan kemarahan dan sikap bertahan konseli terhadap konselor. Konfrontasi akan membantu konseli untuk menyadari dan menghadapi berbagai pikiran, perasaan dan kenyataan yang terjadi pada dirinya, yang ingin disembunyikan atau diingkarinya. Konfrontasi juga membantu konseli untuk mencapai kesesuaian (congruency) yaitu suatu keadaan dimana kata-kata konseli sesuai dengan tingkah lakunya.

Konselor perlu melakukan konfrontasi apabila pada diri konseli didapati adanya; 1) pertentangan antara apa yang dia katakan dengan apa yang dia lakukan, 2) pertentangan antara dua perkataan yang disampaikan dalam waktu yang berbeda, 3) pertentangan antara perasaan yang dia katakan dengan tingkah laku yang tidak mencerminkan perasaan tersebut.

Dalam praktiknya, konfrontasi diungkapkan melalui kalimat gabungan yang mengandung dua kondisi yang kontradiktif seperti: ” Anda mengatakan bahwa anda senang bersekolah di sekolahmu, tetapi anda sering membolos”. ” Nanda mengatakan sangat senang dengan keputusan orang tua, tetapi Nanda menangis”. ” Tadi kamu katakan bahwa kamu tidak mencintainya tetapi baru saja kamu juga mengatakan bahwa kamu tidak bisa hidup tanpa dia:. Konfrontasi digunakan hanya melalui kata-kata yang merupakan penyimpulan dari perkataan, dan atau perbuatan konseli. Dengan kata lain, konfrontasi mendiskripsikan pesan konseli, mengobservasi tingkah laku konseli, dan bukti-bukti lain yang sedang terjadi pada konseli. Konfrontasi tidak boleh berisikan tuduhan, penilaian atau pemecahan masalah.

Suwarjo (2009) Praktik Keterampilan Konseling (Bahan PLPG) Yogyakarta: Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY)

2 tanggapan

  1. rahmayani — 7 June 2010 pukul 10:57 WIB

    trimakasih ya atas tulisannya, karena sangat membntu saya untuk menyelesaikan tugas akhir semester, dan juga pastinya sangat berguna untuk saya kelak, doakan saya ya agar jadi konselor sekolah yang profesional, o ya buatin teknik yang lain juga ya, agar lbih sempurna gitu, bukan cuma konfrontasi aja

  2. rosmawaty — 26 October 2010 pukul 16:18 WIB

    materix sangat bagus, dan cukup jelas dalam menggambarkan situasi konfrontasi antara konselor dan konseli. maaf tadi saya ambil sedikit tulisannya untuk merampungkan tugas kuliah. makasih ya pak…

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: