Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Keterampilan Merangkum

Monday Pahing, 15 March 2010 — Konseling, Lain-lain

Keterampilan merangkum merupakan bagian dari keterampilan mendengarkan secara aktif terhadap apa yang menjadi inti pembicaraan konseli. Keterampilan ini sangat berguna bagi konselor dalam membantu konseli mengidentifikasi masalah. Selain itu melalui keterampilan ini konselor juga menyisipkan kesadaran baru kepada konseli atas problem yang dimilikinya. Bagi konselor keterampilan ini sangat bermanfaat untuk membantu konseli fokus pada masalah yang sedang dihadapi serta menumbuhkan kesadaran konseli untuk memandang masalah dari sudut pandang yang berbeda.

Dalam proses konseling seringkali konseli mengemukakan berbagai isi hatinya dan terkadang tidak fokus pada satu persoalan tertentu. Tidak jarang pula konseli mencampur-baurkan antara masalah sebagai fakta dengan masalah yang berkembang sebagai akibat dari penafsiran atau persepsi mereka terhadap masalah faktual tersebut. Persepsi konseli terhadap masalah inilah yang membuat respon konseli unik. Dengan kata lain, suatu masalah yang sama akan dihayati secara berbeda-beda oleh dua orang atau lebih. Kadang kala masalah akan terasa menjadi lebih besar akibat penghayatan individu yang berlebihan terhadap masalah tersebut. Meskipun demikian seorang konselor tidak boleh memberikan penilaian (judgment) atas persepsi konseli seperti ”Ah itu kan hanya perasaanmu saja” ”Kamu kok cengeng sih, begitu aja dibesar-besarkan”.

Seorang konselor harus penuh perhatian kepada konseli. Dalam proses komunikasi konseling, konselor harus dapat menangkap pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan penting yang diekspresikan oleh konseli. Pada saat yang sama konselor juga dituntut mampu memberikan umpan balik (feed back) kepada konseli pada bagian-bagian yang penting dan sekaligus memberikan kesempatan kepada konseli untuk memperoleh kesadaran baru terhadap masalah yang sedang dihadapinya. Untuk mampu melakukan hal-hal tersebut keterampilan merangkum perlu dikuasai oleh seorang konselor.

Merangkum dalam komunikasi konseling adalah aktivitas konselor mengungkapkan kembali pokok-pokok pikiran dan perasaan yang diungkapkan konseli. Dalam suatu dialog yang panjang antara konseli dan konselor, banyak pokok-pokok pikiran dan perasaan konseli yang diungkapkan secara berserakan. Konselor harus mencermati pokok-pokok pikiran dan perasaan tersebut, mengingat dalam hati, mengidentifikasi dalam hati, lalu pada saat yang tepat mengungkapkan kembali kepada konseli dengan gaya bahasa konselor sendiri. Ketepatan konselor membuat rangkuman akan menumbuhkan kesan pada konseli bahwa konseli diperhatikan, didengarkan kata-katanya, dipahami dan diterima kehadirannya oleh konselor. Perlu diingat bahwa kata-kata untuk mengawali rangkuman perlu ditata dengan baik sehingga tidak ada kesan konselor menghakimi.

Beberapa kata yang dapat digunakan untuk mengawali suatu rangkungan misalnya ; ” Saya mendengar bahwa anda benar-benar mengatakan…”. ”Hal yang anda katakan mengesankan bahwa… ”. ”Makna yang ada dibalik hal-hal yang anda ungkapkan adalah…..”. ”Makna yang ada dibalik ungkapan perasaan anda adalah…..”. Poin-poin penting yang anda kemukakan adalah;…”

Suwarjo (2009) Praktik Keterampilan Konseling (Bahan PLPG) Yogyakarta: Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY)

4 tanggapan

  1. supadmi — 18 May 2010 pukul 12:13 WIB

    NAH INI YANG SAYA SUKA ,CONTOH -CONTOH CARA MEMBERI TANGGAPAN SEBAGAI RANGKUMAN SEPERTI DIATAS ,KALO BOLEH DIPERBANYAK PAK CONTOH TERSEBUT DAN CONTOH KATA KATA YANG TIDAK SEYOGYANYA DISAMPAIKAN .TRIMS

  2. Drs. Budiharso, MSi — 7 August 2010 pukul 15:48 WIB

    Oh ya, bener pak…. Sebenarnya setiap orang memiliki apa yang disebut kemampuan dasar perorangan, yaitu kemampuan mengamati, mendengarkan, bertanya, meringkas / merangkum, mendiskripsikan, dan memberikan umpan balik. Apabila kelima kemampuan dasar tersebut dikembangkan oleh seorang konselor, dia akan dapat dengan mudah mendekati konseli. Hal itu kami latihkan pada pelatihan manajemenm terutama terhadap ‘first line supervisor’.

  3. Catur Anggraini, S.Psi — 23 March 2011 pukul 19:47 WIB

    merangkum memang sangat luar biasa. tulisan bapak sangat meng ilhami

  4. HENDRA SUGIANTORO-UPY — 23 October 2011 pukul 7:30 WIB

    Keterampilan merangkum tampaknya perlu dilatih. Pengalaman-pengalaman akan menguatkan keterampilan tersebut pada diri konselor. Tak bisa dimungkiri apabila dalam proses konseling ada kecenderungan konseli menceritakan dan mengatakan apa saja yang ada dalam pikiran dan perasaan. Hal seperti itu tanpa disadari kerapkali melebar dan tidak fokus pada pokok permasalahan.
    Menurut saya, konselor pertama kali melakukan proses konseling akan berkernyit-kernyit. Namun, dengan terus menjalankan proses konseling, keterampilan merangkum akan terbentuk secara baik. Bagaimana pun, sebuah keterampilan tak bisa terbentuk hanya dengan teori, tapi latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Wallahu a’lam.

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: