Drs. Bandono, MM

Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta

Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Peserta Didik Baru

Monday Wage, 18 July 2016 — Kegiatan

IMG_2743Sesuia dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru Mulai tahun pelajaran 2016/2017 Masa Orientasi Sekolah (MOS) diganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Negeri 7 Yogyakarta dari tanggal 18 sampai dengan tanggal 20 Juli 2016 telah melaksanakan Permin tersebut sesuai dengan apa ada dalam tujuan PLS bagi Peserta Didik Baru.

Berdasarkan Silabus Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (Lampiran I Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru) ada 5 tujuan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, dan pada masing-masing tujuan dapat diisi dengan berbagai kegiatan. Pada silabus PLS sudah tercantum nama kegiatan-kegiatan PLS baik yang wajib maupun pilihan.

1. Mengenali potensi diri siswa baru
2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana
sekolah
3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru
4. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya
5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan,
hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong pada diri siswa.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, PLS bertujuan sebagai sarana mengenalkan lingkungan sekolah dengan baik pada
siswa-siswa baru. PLS juga harus mampu memberi kesan hangat sehingga memotivasi dan memberi semangat para siswa baru untuk memulai proses
pembelajaran yang efektif di jenjang pendidikan yang baru.

Berikut adalah hal yang boleh dan dilarang selama pelaksanaan PLS seperti termuat dalam edaran yang dikeluarkan oleh Kemendikbud:
Boleh:
– Kegiatan dilakukan pada hari dan jam pelajaran sekolah. Dalam jangka waktu paling lama tiga hari, pada pekan pertama awal tahun pelajaran.Untuk
sekolah berasrama, dapat menyesuaikan jangka waktu yang diperlukan dengan terlebih dulu melapor pada Dinas Pendidikan setempat.
– Kegiatan dilakukan di lingkungan sekolah kecuali jika sekolah kekurangan fasilitas.
– Kegiatan yang dilakukan bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan.
– Siswa baru memakai seragam dan atribut layaknya siswa sekolah.
– PLS dilaksanakan oleh guru
– Anggota OSIS dan atau siswa dengan riwayat akademik dan non-akademik yang baik dapat membantu namun di bawah pengawasan guru.
– Sekolah wajib menugasi paling sedikit 2 guru untuk mendampingi kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakulikuler.

Dilarang:
– Siswa senior dan atau alumni sebagai penyelenggara kegiatan PLS.
– Melecehkan, memberikan hukuman fisik, dan atau tidak mendidik siswa baru.
– pembebanan tugas atau penggunaan atribut yang tidak masuk akal dan atau tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa.
– Adanya unsur perpeloncoan dalam kegiatan.
– Melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya.

Kegiatan di SMA Negeri 7 Yogyakarta Selama 3 hari meliputi
Hari pertama tanggal 18 Juli 2019 Apel, pertemuan siswa , orang tua dan wali kelas. Wali kelas bersama orang tua diskusi tentang berbagai informasi yang ada di SMA N7 Yk sedangkan peserta didik baru mengkitu kegiatan di Bangsal wiyata mandala dengan berbagai materi yang disuguhkan diantaranya Sosialisasi Kantor Wilayah Kemterian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta, Sosialisasi Tata Tertib Sekolah, Kegiatan Ekstra kurikuler , Sosialisasi Seragam Sekolah dan Permainan atau Game.

Hari Kedua tanggal 19 Juli 2016 Kegiatan Imtag Tadarus dan Pengajian dilanjutkan Penjelasan Kurikulum Sekolah, Kesehatan Remaja dari PUSKES MAS Mantrijeron, Game atau Permainan dan Pengenalan Fasilitas Sekolah.

Hari Ketiga 20 Juli 2016 Jam pertama diisi pengenalan organisasi, Sapta prasetya wibakta dan Mars SMA dilanjutkan sosialisasi Tata Tertib Berlalu Lintas dan Narkoba dari Kapolsek Kecematan Mantrijeron, Motivasi dan cara belajar efektif oleh Bapak Bandono dan diakhiri Pelantikan dan Pengukuhan Pokja Anti Kekerasan.

Belum ada tanggapan dari pembaca

Silakan berkomentar melalui formulir berikut: