<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Drs. Bandono, MM &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://bandono.web.id/category/pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandono.web.id</link>
	<description>Guru Pembimbing dan Koordinator TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 02:59:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)</title>
		<link>http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 02:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Pengertian</h3>
<p><em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.</p>
<p>CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.<span id="more-50"></span></p>
<h3>Rasional</h3>
<p>Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.</p>
<h3>Pemikiran Tentang Belajar</h3>
<p><strong>Proses belajar</strong> anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. <strong>Transfer belajar</strong>; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. <strong>Siswa sebagai pembelajar</strong>; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. <strong>Pentingnya lingkungan belajar</strong>; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.</p>
<h3>Hakekat</h3>
<p>Komponen pembelajaran yang efektif meliputi:<br />
<strong>Konstruktivisme</strong>, konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan.</p>
<p><strong>Tanya jawab</strong>, dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa, seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.</p>
<p><strong>Inkuiri</strong>, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan.</p>
<p><strong>Komunitas belajar</strong>, adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat berwujud dalam; pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya, beekrja dengan masyarakat.</p>
<p><strong>Pemodelan</strong>, dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang <strong><em>how to learn</em></strong> (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik.</p>
<p><strong>Refleksi</strong>, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah; pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, catatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusi dan hasil karya.</p>
<p><strong>Penilaian otentik</strong>, prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa.</p>
<h3>Penerapan CTL dalam pembelajaran</h3>
<p>Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.</p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=50&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>131</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Perguruan Tinggi dalam Era Persaingan Global</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 05:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/24/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global/</guid>
		<description><![CDATA[Bertepatan Dies Natalis ke 45 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merasa bangga dan bahagia karena mendapat kehormatan dari Bapak Prof. Dr. H. Mohamad Surya Ketua Umum PB PGRI yang telah memberikan orasi ilmiah dihadapan rapat terbuka Senat Universitas PGRI Yogyakarta dan para wisudawan wisudawati di Graha Sarina Vidi Yogyakarta Selasa 11 Desember 2007 Orasi Ilmiah dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertepatan Dies Natalis ke 45 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) merasa bangga dan bahagia karena mendapat kehormatan dari  Bapak Prof. Dr. H. Mohamad Surya Ketua Umum PB PGRI yang telah memberikan orasi ilmiah dihadapan rapat terbuka Senat Universitas PGRI Yogyakarta dan para wisudawan wisudawati di Graha Sarina Vidi Yogyakarta Selasa 11 Desember 2007</p>
<p>Orasi Ilmiah dalam rangka Wisuda Sarjana dan  Dies Natalis ke 45 Universitas PGRI Yogyakarta yang berjudul Tantangan Perguruan Tinggi Dalam Era Persaingan Global, lebih istimewa lagi acara ini masih berlangsung dalam suasana memperingati Hari guru Nasional 2007 dan hari Ulang Tahun PGRI ke-62 yang mengsung tema “Guru Profesional dan Sejahtera untuk Pendidikan Bermutu” mudah-mudahan akan membawa hikmah tersendiri bagi dunia pendidikan pada umumnya.</p>
<p>Sesuai dengan judulnya orasi ini akan mengemukakan hal-hal yang berkenaan dengan keterkaitan antara tantangan terhadap perguruan tinggi di era global yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang penuh dengan tantangan persaingan. Tantangan yang akan datang cepat atau lambat pada gilirannya harus dihadapi dengan peningkatan kualitas perguruan tinggi selaku lembaga pendidikan yang harus menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan.<span id="more-26"></span></p>
<p>Perguruan tinggi merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional yang tidak dapat dipisahkan dari subsistem lainnya baik di dalam maupun diluar sistem pendidikan. Keberadaan perguruan tinggi dalam keseluruhan kehidupan berbangsa dan bernegara, mempunyai peran yang amat besar mellaui tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional dikatakan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (pasal 20 ayat 2).</p>
<p>Melalui dharma pendidikan perguruan tinggi harus mampu memberdayakan proses pendidikan yang sedemikian rupa agar seluruh mahasiswanya berkembang menjadi lulusan sebagai sumber daya manusia berkualitas yang memiliki kompetensi paripurna secara intelektual, profesional, sosial, moral dan personal. Dharma kedua yaitu penelitian, perguruan tinggi harus mampu mewujudkan sebagai satu institusi ilmiah akademik yang daapt menghasilkan berbagai temuan inovatif melalui kegiatan-kegiatan penelitian. Melalui penelitian ini perguruan tinggi dapat mengembangkan dirinya serta memberikan sumbangan nyata bagi pengembangan bidang keilmuan dan aplikasi dalam berbagai upaya pembaharuan. Selanjutnya melalui dharma ketiga yaitu pengabdian keberadaan perguruan tinggi harus dapat dirasakan manfaatnya bagi kemajuan masyarakat. Hal ini mengadnung makna bahwa keberadaan perguruan tinggi harus dirasakan oleh masyarakat disekitarnya dengan memberikan pemahaman kepada masyaraat sesuai dengan bidangnya.</p>
<h3>Tantangan global</h3>
<p>Pesatnya perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21. Siap atau tidak siap hal itu merupakan satu realitas yang harus dihadapi dengan kualitas sumber daya manusia dengan daya saing unggul. Menghadapi berbagai perubahan di era globalisasi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas keberdayaan yang lebih efektif agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang timbul.</p>
<p>Dalam era globalisasi setiap orang dituntut untuk mampu mengatasi berbagai masalah yang kompleks sebagai akibat pengaruh perubahan global. Menurut Marquardt (1996) memasuki Abad ke-21 ada empat kecenderungan perubahan yang akan mempengaruhi pola-pola kehidupan yaitu; 1.) perubahan lingkungan ekonomi, sosial dan pengetahuan dan teknologi 2.) perubahan dalam lingkungan kerja, 3.) perubahan dalam harapan pelanggan 4.) perubahan harapan para pekerja.</p>
<p>Pada tatanan global seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada tantangan yang bersumber dari perkembangan global sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Robert B Tucker (2001) mengidentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu 1.) kecepatan (<em>speed</em>), 2.) kenyamanan (<em>convinience</em>), 3.) gelombang generasi (<em>age wave</em>), 4.) pilihan (<em>choice</em>), 5.) ragam gaya hidup (<em>life style</em>) 6.) kompetisi harga (<em>discounting</em>), 7.) pertambahan nilai (<em>value added</em>) 8.) pelayanan pelanggan (<em>customer service</em>), 9.) teknologi sebagai andalan (<em>techno age</em>), 10.) jaminan mutu (<em>quality control</em>).</p>
<p>Memasuki era baru di abad 21 sistem pendidikan tinggi di Indoensia harus terwujud sedemikian rupa dengan karakteristik antara lain; 1) terkait dengan kebutuhan mahasiswa, prioritas nasional dan pembangunan ekonomi, 2) terstruktur secara efektif sehingga memberi peluang kepada seluruh warga negara untuk mengembangkan potensi pribadi sepanjang hayat dan berkontribusi kepada masyarakat, bangsa dan negara, 3) didukung dengan pendanaan yang memadai sehingga memungkinkan untuk berinovasi dan mencapai keunggulan, 4) melakukan penelitian yang dapat menunjang pembangunan nasional, 5) memiliki akses dalam pengembangan dan penerapan teknologi, 6) berperan sebagai kekuatan moral dalam mewujudkan masyarakat demokratis yang madani. Dengan demikian, perguruan tinggi harus memiliki kredibilitas institusional secara utuh dan menyeluruh. Sistem ini harus memiliki akuntabilitas yang tinggi terhadap masyarakat, menunjukkan efisiensi dalam operasionalnya, menghasilkan lulusan yang berkualitas, memiliki manajemen internal yang transparan dan memenuhi standar.</p>
<h3>Pendidikan Guru dan tenaga Kependidikan</h3>
<p>Berbicara menegnai pendidikan, tidak dapat dilepaskan dengan aspek guru sebagai unsur inti pendidikan. Kualitas sumber daya manusia yang diharapkan mampu bersaing di era global sangat ditentukan oleh kualitas guru yang berada di garda terdepan pendidikan. Pada tatanan global dan nasional, dunia pendidikan ditantang dengan berbagai upaya pembaharuan dan pembangunan yang lebih berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Lahirnya Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan berbagai produk ketentuan hukum lainnya merupakan satu tantangan yang harus dihadapi oleh Perguruan Tinggi khsusnya LPTK yang mempunyai tanggung jawab dalam menghasilkan guru yang berkualitas. Pada tatanan lokal dengan penerapan otonomi daerah, setiap daerah mempunyai peluang untuk menata pengembangan tenaga guru yang lebih berkualitas dan sesuai dengan tuntutan kebutuhan daerah.</p>
<p>Berkaitan dengan masalah dan kendala di dunia guru, cukup banyak kritikan tajam yang ditujukan kepada LPTK khsusnya yang berkenaan dengan ketidak mampuan LPTK menghasilkan guru yang berkualitas. Menurut Linda Daeling Hammond dan Joan Baratz Snouwden (2007) dalam tulisannya yang berjudul : Good Teacher in Every Classroom Preparing the High Qualified Teachers Our Children Deserve” ada beberapa alasan mengapa hal itu terjadi. Yaitu  1) pemerintah dan masyarakat belum menunjukkan keseriusannya dalam menangani hak-hak anak terutama dari kelompok miskin, 2) penyempitan makna konvensional yang menyatakan bahwa pengajaran semata-mata sebagai proses penyampaian materi sebagaimana digariskan dalam kurikulum, 3) banyak pihak yang tidak memahami hakekat  mengajar yang sebanarnya 4) hampir semua meyakini bahwa yang penting adalah pengajaran dan bukan pembelajaran dari peserta didik 5) masih longgarnya tuntutan persyaratan untuk menjadi guru yang berkualitas 6) para penelitia dan pendidik guru baru sampai pada kesepakatan mengenai pengetauhan dasar yang diperlukan oleh guru untuk memasuki kelas. Pendidikan guru di masa lalu dan hingga sekarang sering dikritik terlalu sempit yang dibatasi dengan mempersiapkan pengetahuan yang akan diajarkan dikelas. Sementara kurang memperhatikan hal-hal yang terkait dengan pemahaman  mengenai peserta didik, pengembangan profesi, pembentukan kepribadian, dan landasan pedagogis. Sebagai akibatnya ialah guru hanya mampu tampil sebagai penyampai pengetahuan dan tidak tampil sebagai guru profesional sebagaimana dituntut oleh Undang-undang Guru dan Dosen.</p>
<h3>Pengembangan LPTK</h3>
<p>Dengan memperhatikan uraian diatas, dapat dikatakan bahwa LPTK menghadapi masalah dan tantangan eksternal yang berkaitan erat dengan globalisasi, pembangunan ekonomi, desentralisasi, situasi politik, perkembangan sosial budaya dan teknologi. Sementara itu kenyataan obyektif secara internal LPTK di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan masalah yang bersumber dari pola-pola menajemen yang sntralistik, mekanisme pendanaan yang sentralistik dan kaku, organisasi dan manajemen yang kuang efisien, kualitas sumber daya manusia yang kurang memadai dan belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pendanaan pendidikan. Semua masalah itu memerlukan penanganan secara nsional, sistematik dan terpadu</p>
<p>Sehubungan dengan itu antisipasi pengembangan dan kinerja LPTK khususnya LPTK swasta, merupakan satu hal yang harus diwujudkan demi kelestarian dalam menghadapi gelombang tantangan dalam tatanan global, nasional, regional, lokal dan organisasional. Hal ini mengandung makna bahwa pengembangan LPTK (terutama swasta termasuk LPTK PGRI) merupakan satu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi agar menjadi lembaga pendidikan yang lestari dan bermutu.</p>
<p>Pengembangan LPTK PGRI sekurang-kurangnya mencakup aspek sturktur, kultur, substansi, dan SDM. Dalam aspek struktur perlu dikaji struktur kelembagaan LPTK PGRI termasuk hubungan struktural dan fungsional antar lembaga pendidikan, dengan pemerintah pusat (pusat dan daerah), khususnya Departemen Pendidikan Nasional/ Dinas Pendidikanm dengan Yayasan dan pihak-pihak terkait lainnya sehingga diperoleh satu struktur yang menunjang eksistensinya.</p>
<p>Dalam aspek kultur, perlu dilakukan pola-pola budaya yang sedemikian rupa dapat menunjang berkembangnya  Lembaga Pendidikan Tinggi yang bercorak khas sebagai cerminan jatidiri, visi, misi dan strategi PGRI. Budaya birokratis dan feodal harus bergeser ke budaya “pedagogis” yang demokratis dalam suasana nilai-nilai kejuangan guru. Budaya komunikasi satu arah yang “top down” harus digeser menjadi budaya komunikasi dua arah dan “bottom up”, Budaya pengaturan yang sentrarilstik ke budaya pemberdayaan dan desentralistik yang otonom. Bagaimanapun perguruan tinggi PGRI itu merupakan aktualisasi kultur  pendidikan, sehingga  paradigma pendidikan harus menjadi landasan utama dalam perwujudan kinerjanya melalui aktualisasi tridharma perguruan tinggi.</p>
<p><small><strong>Sumber: Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke 45 dan Wisuda Sarjana Universitas PGRI Yogyakarta</strong></small></p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=26&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/12/12/tantangan-perguruan-tinggi-dalam-era-persaingan-global.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIM KTSP SKM SMAN 7 Yogyakarta Adakan IHT di Kabupaten Nunukan (Kalimantan Timur)</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/12/10/tim-ktsp-skm-sman-7-yogyakarta-adakan-iht-di-kabupaten-nunukan-kalimantan-timur.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/12/10/tim-ktsp-skm-sman-7-yogyakarta-adakan-iht-di-kabupaten-nunukan-kalimantan-timur.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 21:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/12/10/tim-ktsp-skm-sman-7-yogyakarta-adakan-iht-di-kabupaten-nunukan-kalimantan-timur/</guid>
		<description><![CDATA[Tim KTSP dan SKM SMA Negeri 7 Yogyakarta yang terdiri dari Drs. Bandono, MM (Koordinator TIK), Amudiono, S.Pd. (Fasilitator Nasional), dan Widya Astuti (Wakil Kepala Sekolah Humas) pada hari Kamis Wage tanggal 8 November 2007 bertolak ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur mengembang misi sekolah untuk memberikan pengalamannya sebagai minipiloting KBK sampai dengan KTSP dan SKM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tim <abbr title="Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan">KTSP</abbr> dan <abbr title="Sekolah Kategori Mandiri">SKM</abbr> <a href="http://www.seveners.com/">SMA Negeri 7 Yogyakarta</a> yang terdiri dari <a href="http://bandono.web.id/">Drs. Bandono, MM</a> (Koordinator TIK), <a href="http://amudiono.web.id/">Amudiono, S.Pd.</a> (Fasilitator Nasional), dan Widya Astuti (Wakil Kepala Sekolah Humas) pada hari Kamis Wage tanggal 8 November 2007 bertolak ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Nunukan">Kabupaten Nunukan</a> Kalimantan Timur mengembang misi sekolah untuk memberikan pengalamannya sebagai minipiloting <abbr title="Kurikulum Berbasis Kompetensi">KBK</abbr> sampai dengan KTSP dan SKM  bertempat di <a href="http://smansaips2-community.blogspot.com/2007/12/blog-post.html">SMA Negeri 1 Nunukan</a> sebagai tempat pelaksanaan <abbr title="In House Training">IHT</abbr>nya.</p>
<p>Untuk menuju ke lokasi sasaran, tim harus berganti-ganti alat transportasi <em>start</em> dari Jogjakarta naik kereta dari stasiun tugu pukul 16.00 WIB menuju surabaya turun distasiun Gubeng tepatnya pukul 20.00 WIB kita dijemput oleh saudaranya bu Widya, mas Arief dan keluarganya, kemudian kami diajak putar-putar kota Surabaya sesampai dekat kampus <a href="http://www.ubaya.ac.id/" title="Universitas Surabaya">UBAYA</a> kita diajak makan soto ayam khas Surabaya waenak tenan dasar perut lapar masing-masing habis 2 mangkuk dengan tehnya ginastel. Setelah puas dengan soto kita numpang tidur dirumah mas Arief.<span id="more-36"></span></p>
<p>Pagi hari dengan suasana kota Surabaya yang belum macet tepat pukul 07.00 WIB kita diantar mas Arief dengan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya kami menuju <a href="http://www.juanda-airport.com/">Bandara Internasional Juanda</a>, yang terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo yang jaraknya 20 km sebelah selatan kota Surabaya. Bandara ini memiliki panjang landasan 3000 meter. Bandara Juanda yang baru memiliki luas sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m². Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan.</p>
<p>Disaat penantian menunggu keberangkatan di Bandara Internasional Juanda kami bertiga menikmati soto 1 piring untuk berdua dengan bu Widya karena ibu saya ini lapar berat aku gak kebagian soto dengan harga Rp. 31.000,00 kami cukup minum Aqua Botol Rp. 15.000,00 dan pak Amoed minum secangkir kopi Rp 10.000 wah kalau untuk ngangkring ketempat <a href="http://tinyurl.com/2pdwm5">pak min</a> atau <a href="http://tinyurl.com/3btr3q">pak man</a> bisa untuk 10 orang tapi ya kita bayar namanya aja kita jajan untuk menghilangkan kejenuhan sambil nunggu keberangkatan pesawat.</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan02.jpg" alt="Kopi sepuluh ewu" title="Kopi seharga 10.000an" /></p>
<p>Dalam perjalanan menuju Nunukan kita melewati <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Balikpapan">Balikpapan</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tarakan">Tarakan</a> dengan menggunakan maskapai <a href="http://www.sriwijayaair-online.com/">Sriwijaya Air</a> sampai di Tarakan kami menikmati bakso angkringan didepan bandara karena di dalam bandara kantin sudah tutup dengan cuci mangkok sendiri, cuci sendok sendiri wenak tenan dasar kelaparan terutama simbok saya Widya.</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan03.jpg" alt="Bakso" title="Jajan bakso" /></p>
<p>Untuk menuju Kabupaten Nunukan kami ganti lagi pesawat Trigana Air tepat jam 16.00 sangat melelahkan perjalanan kami tapi menyengkan sampai bandara Jawata kami dijemput Pak Maripada menuju <strong>Hotel Laura</strong> Milik Bapak H. Abdul Hafid Achmad (Bupati Nunukan).</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan00.jpg" alt="Foto di dalam pesawat" title="Foto di dalam pesawat" /></p>
<p>Dihari Sabtu dan Minggu tanggal 7 dan 8 November 2007 tim mulai bekerja membagi pengalaman dengan teman-teman guru SMA dan <abbr title="Madrasah Aliyah Negeri">MAN</abbr> yang ada di Kabupaten Nunukan tentang pengelolaan KTSP dan mengarah SKM dengan materi Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Pengembangan silabus, Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), Pengembangan bahan ajar, Pengembangan Program Muatan Lokal, Model pengembangan diri, model-model pembelajaran yang efektif, rancangan penilaian hasil belajar, Sistem penilaian dalam KTSP, Pengembangan bahan ujian, cara menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) peserta didik. Sebelum kegiatan tersebut didahului upacara pembukaan yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan. Dilanjutkan penyerahan dokumen.</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan04.jpg" alt="Pembukaan IHT" title="Pembukaan IHT" /></p>
<p>Selama 2 hari dari jam 08.00 sampai dengan jam 17.00 waktu Nunukan tim bersama guru-guru mendalami permasalahan dengan berbagi pengalaman mengkaji beberapa materi yang esensinya bagaimana materi-materi tersebut bisa dilakukan dikembangkan tidak hanya <strong><em>copy paste</em></strong> tetapi betul-betul membuat produk sendiri yang berhubungan dengan KTSP dan mengarah SKM. Luar biasa sambutannya teman-teman guru disana ternyata dia bilang 2 hari tidak cukup mengingat keterbatasan tim memutuskan persoalan-persoalan yang belum tercover didalam IHT akan ditindak lanjuti melalui email.</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan05.jpg" alt="Guru-guru peserta IHT" title="Guru-guru peserta IHT" /></p>
<p>Selesai kegiatan IHT kami diajak jalan-jalan wisata keliling kota Nunukan dengan Bapak Drs. Syaharuddin (Kepala Sekolah), dan 2 teman guru Drs. Maripada dan Ibu Hj. Asmah Gani, S.H.  mengunjungi berbagai obyek wisata dan mengenal lebih dekat dengan berbagai makanan. Diantaranya berkunjung ke kantor dinas Bupati Nunukan, ke pelabuhan Tunon Taka Nunukan, lokasi para TKI yang dideportasi dari Malaysia tepatnya di Mambunut Kalurahan Nukukan Selatan. Dengan melihat potensi yang ada bisa jadi Kabupaten Nunukan bisa kayak BATAM ke 2 jika infrastrukturnya dibangun.</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan01.jpg" alt="Foto Bersama di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan" title="Foto Bersama di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan" /></p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan06.jpg" alt="Lokasi deportasi" title="Lokasi TKI yang terdeportasi" /></p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2008/01/nunukan07.jpg" alt="Kantor Dinas Bupati" title="Kantor Dinas Bupati" /></p>
<p>Terakhir, terima kasih teman-teman Guru SMA/MA yang ada di Kabupaten Nunukan yang mau dan mampu belajar bersama dengan Tim KTSP/SKM SMA Negeri 7 Yogyakarta. Jadikanlah ini sebuah pembelajaran yang contektual dan faktual. Kata pepatah mengatakan orang pinter adalah orang yang telah memperoleh sebuah informasi terdepan (paling dulu membaca) dan tidak pernah pantang menyerah.</p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=36&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/12/10/tim-ktsp-skm-sman-7-yogyakarta-adakan-iht-di-kabupaten-nunukan-kalimantan-timur.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMAN 7 Yogyakarta Peringkat 3 dari 108 SMA Calon Rintisan Pusat Sumber Belajar (PSB)/Learning Resource Center (LRC)</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/11/16/sman-7-yogyakarta-peringkat-3.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/11/16/sman-7-yogyakarta-peringkat-3.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 04:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seveners]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/11/16/sman-7-yogyakarta-peringkat-3/</guid>
		<description><![CDATA[Pada era informasi dan komunikasi saat ini, kendala lokasi dan komunikasi tidak bisa lagi dijadikan alasan/kendala untuk tidak segera bangkit mempercepat pencapaian pendidikan yang bermutu. Teknologi informasi telah menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak dalam bentuk komputer yang dapat membantu guru menyiapkan dan menyajikan pembelajaran lebih tepat, cepat, dan menyenangkan. Teknologi komunikasi telah menyediakan sarana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pada era informasi dan komunikasi saat ini, kendala lokasi dan komunikasi tidak bisa lagi dijadikan alasan/kendala untuk tidak segera bangkit mempercepat pencapaian pendidikan yang bermutu. Teknologi informasi telah menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak dalam bentuk komputer yang dapat membantu guru menyiapkan dan menyajikan pembelajaran lebih tepat, cepat, dan menyenangkan. Teknologi komunikasi telah menyediakan sarana bagi sekolah di seluruh Indonesia untuk saling berbagi dan berkomunikasi satu dengan lainnya secara cepat melalui fasilitas internet. Pemanfaatan teknologi tersebut di sekolah perlu dipercepat, didorong, difasilitasi dan diperluas hingga menjangkau seluruh sekolah dipelosok tanah air.</p>
<p style="text-align: justify">Guna memfasilitasi kondisi tersebut, Dit. Pembinaan SMA telah menetapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai ikon peningkatan mutu pendidikan di SMA. Sejak tahun 2003, Dit. Pembinaan SMA telah merintis pengembangan TIK di sejumlah sekolah melalui program bantuan pengembangan perangkat komputer, lomba bahan ajar berbasis TIK, peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK, dan supervisi serta IHT pengembangan TIK di sekolah.</p>
<p><span id="more-24"></span></p>
<p style="text-align: justify">Berdasarkan pengamatan lapangan, laporan sekolah dan hasil supervisi pengembangan TIK tahun 2006 di sejumlah sekolah yang mengikuti program pengembangan TIK di atas, diperoleh gambaran umum bahwa kemauan dan kemampuan guru SMA untuk memanfaatkan TIK sangat tinggi. Salah satu indikatornya adalah sekolah secara mandiri terus memperluas jumlah dan meningkatkan kemampuan guru dibidang TIK, menambah fasilitas, mengembangkan bahan ajar berbasis TIK, dan membangun situs (website sekolah). Selain itu dari pelaksanaan program pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK bagi guru mata pelajaran yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, telah dihasilkan sejumlah bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK yang mengacu pada SK/KD kurikulum yang sedang berlaku, baik Kurikulum 2004 (Th. 2005 dan 2006) maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)(Th. 2007).</p>
<p style="text-align: justify">Mempertimbangkan potensi dan kemauan sekolah, dan semangat para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA melalui wahana TIK, maka salah satu program Dit. Pembinaan SMA pada tahun 2007 adalah melakukan pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB)/Learning Resource Center (LRC) secara nasional, antara lain melalui pembelajaran berbasis web (Web Based Learning/WBL). Mengingat program pengembangan PSB sangat strategis sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA di masa depan maka perlu dilakukan pemantauan kesiapan sekolah dalam melaksanakan program Pengembangan Pusat Sumber Belajar baik dalam hal SDM, sarana dan prasarana serta manajemen sekolah melalui supervisi.</p>
<p style="text-align: justify">Dengan kerja keras yang dilakukan civitas akademika SMA Negeri 7 Yogyakarta baik unsur siswa, karyawan, guru dan para pejabat sekolah yang dirintis sejak menjadi minipiloting Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2003 Seveners  memposisikan dirinya diantara sekolah yang ada di Indonesia  dalam konteks TIKnya pada level Mapan dan sekarang telah menjadi rintisan sekolah Kategori Mandiri (SKM). Adapun urutan hasil seleksi SMA Calon Rintisan PS/LRC sebagai berikut:</p>
<p align="center">REKAPITULASI HASIL SELEKSI<br />
SMA CALON RINTISAN PSB/LRC</p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2007/11/wbl-table.jpg" ilo-full-src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2007/11/wbl-table.jpg" alt="WBL" /></p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=24&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/11/16/sman-7-yogyakarta-peringkat-3.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DIKLAT PENGEMBANGAN PROFESI GURU Ditutup oleh Kepala LPMP D.I. Yogyakarta</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/11/06/diklat-pengembangan-profesi-guru-ditutup-oleh-kepala-lpmp-di-yogyakarta.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/11/06/diklat-pengembangan-profesi-guru-ditutup-oleh-kepala-lpmp-di-yogyakarta.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 03:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[LPMP]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/11/06/diklat-pengembangan-profesi-guru-ditutup-oleh-kepala-lpmp-di-yogyakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Jum’at (Pon) tanggal 2 November 2007 bertempat di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta Diklat Pengembangan Profesi Guru ditutup secara resmi oleh Bapak Drs. Harmanto, M.Si (Kepala LPMP D.I. Yogyakarta). Dalam sambutannya bahwa seiring dengan semakin pesatnya tuntutan dalam dunia kependidikan, guru tidak bisa hanya terpaku pada tugas mengajar di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pada hari Jum’at (Pon) tanggal 2 November 2007 bertempat di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta Diklat Pengembangan Profesi Guru ditutup secara resmi oleh Bapak Drs. Harmanto, M.Si (Kepala LPMP D.I. Yogyakarta).</p>
<p style="text-align: justify">Dalam sambutannya bahwa seiring dengan semakin pesatnya tuntutan dalam dunia kependidikan, guru tidak bisa hanya terpaku pada tugas mengajar di depan kelas. Kompetensi guru yang semakin meningkat mengharuskan keterlibatan guru dalam penulisan karya ilmiah.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2007/11/lpmp2007.jpg" alt="LPMP 2007" /></p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p style="text-align: justify">Penulisan karya tulis ilmiah merupakan wahana untuk mengembangkan minat penelitian guru sehingga terwujud sosok guru yang berkompeten dengan mengajar sekaligus memiliki wawasan penelitian ilmiah yang memadai. Wawasan penelitian ilmiah yang memadai sangat diperlukan para guru dalam rangka membimbing anak didik dalam mengekpresikan bahan ajar, yang dalam penerapan kurikulum baru menjadi titik sentral pembelajaran siswa.</p>
<p style="text-align: justify">Adapun tujuan diklat pengembangan profesi guru bertujuan membekali dan memotivasi para guru agar mau dan mampu menulis karya ilmiah guna mengembangkan profesionalismenya dan untuk membentuk pola pikir berwawasan ilmiah untuk mendukung tugas peningkatan mutu pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify">Strategi kegiatan Diklat Pengembangan Profesi melalui In Service 1 (selama 3 hari), On service 1 Pembimbingan, In Service 2 (selama 3 hari), On service 3 Pembimbingan dengan presentasi proposal  hasil penulisan, In Service 3 (selama 3 hari), On service 3 Pembimbingan dengan penulisan akhir.</p>
<p style="text-align: justify">Adapun Materi dengan struktur program meliputi; <strong>UMUM</strong>; 1, Kebijakan pembinaan profesi guru, 2.Sistem penilain angka kredit. <strong>POKOK</strong>; 1. Penilitian tindakan kelas, 2. Penelitian dan pengembangan, 3. Penilian evaluasi, 3.Karya tulis gagasan/ ulasan, 4. karya tulis ilmiah populer, 5. Karya tulis prasaran temu ilmiah, 6. Karya tulis buku/modul/diktat, 7. Karya tulis alih bahasa, 8. Teknologi tepat guna, 9. Alat pelajaran/ peraga, 10. Karya Seni, 11. Pengembangan Kurikulum. <strong>PENJUNJANG</strong>; 1. Etika penulisan karya ilmiah.</p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=22&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/11/06/diklat-pengembangan-profesi-guru-ditutup-oleh-kepala-lpmp-di-yogyakarta.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/09/25/menyusun-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/09/25/menyusun-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 01:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seveners]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/09/25/menyusun-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Di awal tahun ajaran 2007/2008 banyak sekolah mengalami kendala dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengingat dalam penyusunan harus dimulai dan berangkat dari mana??? Wajar kalau setiap sekolah mengalami banyak kendala walaupun persoalannya berbeda-beda tapi substansinya sama yaitu bagaimana kurikulum itu bisa jadi dengan berbagai cara ada yang langsung copy paste dari hasil browsing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Di awal tahun ajaran 2007/2008 banyak sekolah mengalami kendala dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengingat dalam penyusunan harus dimulai dan berangkat dari mana??? Wajar kalau setiap sekolah mengalami banyak kendala walaupun persoalannya berbeda-beda tapi substansinya sama yaitu bagaimana kurikulum itu bisa jadi dengan berbagai cara ada yang langsung <em>copy paste</em> dari hasil browsing dari internet pada hal itu bukan yang diharapkan.</p>
<p style="text-align: justify">Harapan dari Dinas Pendidikan baik itu di level Propinsi maupun Kota Madya dan Kota Kabupaten bahwa produk kurikulum sekolah yang diberi label Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan sebuah kurikulum yang benar-benar dibuat oleh sekolah yang meilibatkan unsur kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, konselor, komite sekolah dan nara sumber, sehingga dengan sinerginya unsur-unsur tersebut akan menemukan kemudahan dalam proses pembuatan kurikulum.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p style="text-align: justify">Untuk mempermudah dalam penyusunan komponen kurikulum perlu dibentuk sebuah <em>team</em>, dimana tim ini mengkoordinasikan dan mengakomodasikan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada dalam proses penyusunan. Adapun tim yang bisa dikelompokkan menjadi rumpun mata pelajaran IPA, dan IPS serta team kurikulum inti dimana masing-masing bekerja sesuai dengan draf yang kita buatkan dalam konsep <em>blue print</em> sebagai pijakan untuk bekerja tim dalam merumuskan KTSP.</p>
<p>Contoh :<br />
<strong><em>Sistematika KTSP SMA Negeri 7 Yogyakarta</em></strong></p>
<p>Halaman/ Penetapan/ Pengesahan<br />
Kata Pengantar<br />
Daftar Isi<br />
<strong>BAB  I  PENDAHULUAN </strong></p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha">
<li>Latar Belakang</li>
<li>Landasan</li>
<li>Visi dan Misi SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Tujuan dan Motto SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Standar Kompetensi Lulusan (SKL)</li>
</ol>
<p><strong>BAB  II  ANALISIS KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH</strong></p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha">
<li>Lingkungan Sekolah SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Keadaan Sekolah SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Personil Sekolah SMA N 7 Yogyakarta
<ol>
<li>Pendidik</li>
<li>Kepala Sekolah</li>
<li>Karyawan</li>
</ol>
</li>
<li>Peserta Didik SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Profil Orang Tua Peserta Didik  SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Kerja Sama SMA N 7 Yogyakarta</li>
<li>Prestasi Sekolah SMA N 7 Yogyakarta</li>
</ol>
<p><strong>BAB  III  STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM</strong></p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha">
<li>Kelompok Mata Pelajaran</li>
<li>Struktur Kurikulum SMA
<ol>
<li>Mata Pelajaran</li>
<li>Muatan Lokal</li>
<li>Kegiatan Pengembangan Diri</li>
<li>Beban Belajar</li>
<li>Ketuntasan Belajar</li>
<li>Pedoman Penilian</li>
<li>Kenaikan Kelas, Penjurusan, Kelulusan dan Mutasi</li>
<li>Pendidikan Kecakapan Hidup</li>
<li>Keunggulan Lokal dan Global</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>BAB  IV  KALENDER PENDIDIKAN</strong></p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha">
<li>Awal Tahun Ajaran</li>
<li>Waktu Belajar</li>
<li>Kegiatan Akhir Tengah Semester</li>
<li>Kegiatan Camping Ilmiah Seveners (CIS) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) KIR</li>
<li>Libur Sekolah</li>
<li>Jadwal Kegiatan</li>
</ol>
<p><strong>BAB V  PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP</strong></p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha">
<li>Silabus
<ol>
<li>Pengertian</li>
<li>Prinsip-prinsip Pengembangan</li>
<li>Pengembangan Silabus</li>
<li>langkah-langkah Pengembangan</li>
</ol>
</li>
<li>Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)</li>
<li>Pedoman Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal</li>
</ol>
<p><strong>DAFTAR LAMPIRAN</strong></p>
<ul>
<li>CONTOH KALENDER PENDIDIKAN</li>
<li>SILABUS</li>
<li>MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)</li>
<li>PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI BIMBINGAN KONSELING</li>
<li>KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)</li>
<li>JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN 2006/2007</li>
<li>MODEL LHB/RAPOR</li>
<li>SURAT KEPUTUSAN TIM</li>
</ul>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=21&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/09/25/menyusun-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMA N 7 Yogyakarta Menuju Sekolah Kategori Mandiri (SKM)</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/06/26/sma7yogyakarta-skm-2007.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/06/26/sma7yogyakarta-skm-2007.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 07:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seveners]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/06/26/sma7yogyakarta-skm-2007/</guid>
		<description><![CDATA[SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam rangka mensikapi UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka profil Sekolah Kategori Mandiri. Berbagai upaya yang dilakukan oleh SMAN7 Yogyakarta yang berhubungan dengan SKM dapat diformulasikan sebagai berikut: Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan; Sekolah memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://www.seveners.com/" title="SMA Negeri 7 Yogyakarta">SMA Negeri 7 Yogyakarta</a> dalam rangka mensikapi UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan <abbr title="Peraturan Pemerintah">PP</abbr> Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka profil Sekolah Kategori Mandiri. Berbagai upaya yang dilakukan oleh SMAN7 Yogyakarta yang berhubungan dengan SKM dapat diformulasikan sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<ol style="text-align: justify; margin-left: 20px">
<li><strong>Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan</strong>; Sekolah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat komponen yang dipersyaratkan dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Penyusunan KTSP dilakukan secara mandiri oleh sekolah berdasarkan 7 (tujuh) prinsip pengembangan kurikulum dan acuan operasional penyusunan KTSP. Peserta didik mencapai kompetensi sesuai standar isi dan SKL dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Dalam konteks ini SMA Negeri 7 Yogyakarta dari berbagai unsur diantaranya kepala sekolah, guru mata pelajaran dan guru pembimbing telah berusaha membenahi kurikulum KTSP SMA Negeri 7 Yogyakarta dan secara faktual dengan KKM tersebut tidak menjadi masalah.</li>
<li><strong>Standar Proses</strong>; Sekolah mempunyai perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesusai dengan rencana, melakukan penilaian dengan berbagai cara, melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh proses pendidikan yang terjadi di sekolah untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada tujuh prinsip pelaksanaan kurikulum. Sekolah telah menerapkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Dalam konsep SKS SMA Negeri 7 Yogyakarta sedang mempelajari yang berkaitan dengan pelaksanaan nanti terutama mengenai beban dan bobot yang harus ditempuh oleh perserta didik dari kelas X sampai dengan XII. SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam proses pembelajaran bersama guru-guru dan civitas akademika yang lain dan  terkait berusaha menerapkan ICT sebagai sarana penunjang pembelajaran.</li>
<li><strong>Pengelolaan</strong>; Sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Untuk mendukung penerapan <abbr title="Manajemen Berbasis Sekolah">MBS</abbr> sekolah memiliki/telah mengembangkan berbagai aturan untuk menjamin ketertiban sekolah dalam melaksanakan program-programnya. Dalam pengelolaan persekolahan SMA Negeri 7 Yogakarta berusaha menerapkan MBS dan menjalain kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta diantaranya dalam aplikasi ilmu terapan yang secara faktual tidak ada di <abbr title="Standard Kompetensi">SK</abbr> dan <abbr title="Kompetensi Dasar">KD</abbr> tetapi tetap berorientasi pada kedua tersebut diatas. Perguruan tinggi sebagai mitra kerja baik negeri maupun swasta yaitu : <a href="http://www.ugm.ac.id/" title="Universitas Gajah Mada Yogyakarta" rel="external">UGM</a>, <a href="http://www.uny.ac.id" title="Universitas Negeri Yogyakarta" rel="external">UNY</a>, <a href="http://www.uad.ac.id/" title="Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta" rel="external">UAD</a>, <a href="http://www.uii.ac.id/" title="Universitas Islam Indonesia Yogyakarta" rel="external">UII</a>, <a href="http://www.umy.ac.id/" title="Universitas Muhammadiyah Yogyakarta" rel="external">UMY</a>, <a href="http://www.ukdw.ac.id/" title="Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta" rel="external">UKDW</a>, <a href="http://www.usd.ac.id/" title="Universitas Sanata Dharma Yogyakarta" rel="external">USD</a>, <a href="http://www.uajy.ac.id/" title="Universitas Atma Jaya Yogyakarta" rel="external">UAJY</a>, <a href="http://www.stieykpn.ac.id/" title="Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" rel="external">STIE YKPN</a> serta <a href="http://www.msd.ac.id/" title="Akademi Seni Rupa dan Desain MSD" rel="external">MSD</a>, dan Provider Internet GSP Internasional <a href="http://www.intersat.net.id/" title="PT Widya Intersat Nusantara" rel="external">PT Widya Intersat Nusantara</a>.</li>
<li><strong>Sarana</strong>; Sekolah memiliki seluruh kebutuhan sarana dan prasarana, mendayagunakan dan memanfaatkannya secara optimal didukung sistem perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Untuk menunjang pelaksanaan SKM SMA Negeri 7 Yogakarta berusaha melengkapi  sarana dan prasarana pembelajaran yang berbasis <abbr title="Informatics and Communication Technology">ICT</abbr> diantaranya semua laboratorium sudah terpasang LCD, Komputer dan jaringan terkoneksi dengan internet (Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, IPS, AVA, TIK, Ruang Sidang, Ruang Guru, Ruang BP, Ruang Perpustakaan)  sebagai penunjang proses pembelajaran. Tim TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta menuju Sekolah Mandiri, memberikan fasilitas pembelajaran berbasis web, yaitu <a href="http://koran.seveners.com/" title="Koran Seveners">Koran Seveners</a> dan Kerjasama E-Learning dengan <a href="http://www.umy.ac.id/" title="Universitas Muhammadiyah Yogyakarta">Universitas Muhammadiyah Yogyakarta</a>.</li>
<li><strong>Ketenagaan</strong>: Sekolah memiliki tenaga guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi jabatan/profesi yang diemban dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional. Dalam ketenagaan untuk guru SMA Negeri 7 Yogyakarta 90% sudah sarjana (S.1) dan 10% S-2. Dari Pihak sekolah dan Komite mengharapkan para guru untuk bisa melanjutkan studinya ke S-2.</li>
<li><strong>Pembiayaan</strong>, Sekolah dapat membiayai seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, yang dapat digali oleh sekolah. Disamping dana dari Komite sekolah SMA Negeri 7 Yogyakarta berusaha mencari dana diluar APBS baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah maupun dari donatur untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang sifatnya tidak mengikat diantaranya dengan Perbankan BPD DIY, BTN.</li>
<li><strong>Penilaian</strong>; Hasil belajar siswa diperoleh melalui kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar aspek kognitif pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan  dan teknologi, dilakukan melalui ujian nasional. Penilaian hasil belajar aspek kognitif dan/atau psikomotor pada kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian, kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok  mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan   dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran  pendidikan  kewarganegaraan, kelompok mata pelajaran jasmani olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui pengamatan oleh pendidik yang nilai akhir ditentukan melalui sidang dewan pendidik. Untuk mengetahui pencapaian belajar siswa pada ujian nasional dan ujian sekolah beserta persiapan yang dilakukan sisiwa, guru dan sekolah dalam menghadapai ujian dilakukan pemantauan.</li>
</ol>
<p><strong><em>Referensi:  Pedoman SKM</em></strong></p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=18&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/06/26/sma7yogyakarta-skm-2007.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Drs. Bambang Susilo D., MM Ketua STIM YKPN Yogyakarta Menutup Workshop ICT Guru Pembimbing Kota Yogyakarta</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/06/25/workshop-ict-guru-pembimbing-2007-ditutup.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/06/25/workshop-ict-guru-pembimbing-2007-ditutup.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 03:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/06/26/workshop-ict-guru-pembimbing-2007-ditutup/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu tanggal 23 Juni 2007, bertempat di Ruang E2, STIM YKPN Yogyakarta, telah dilangsungkan acara Workshop ICT Guru Pembimbing SMA, MAN, SMP dan Mts Kota Yogyakarta. Acara penutupan tersebut menghadirkan staf Dosen pemberi materi dan Pengurus MGP, dan ditutup oleh Ketua STIM YKPN, Drs. Bambang Susilo D., MM. Dalam sambutannya beliau menghimbau agar peserta worksop [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Sabtu tanggal  23 Juni  2007, bertempat di Ruang E2, STIM YKPN Yogyakarta, telah dilangsungkan acara  Workshop ICT Guru Pembimbing SMA, MAN, SMP dan Mts Kota Yogyakarta. Acara penutupan tersebut menghadirkan staf Dosen pemberi materi dan Pengurus MGP, dan ditutup  oleh Ketua STIM YKPN, Drs. Bambang Susilo D., MM. Dalam sambutannya beliau menghimbau agar peserta worksop dapat mengembangkan sendiri setelah pelatihan ini, mengingat ICT merupakan sebuah kebutuhan yang harus di terapkan dalam proses pembelajaran.  Banyak Bahan Ajar atau Bahan Bimbingan dan konseling yang dapat diambil dari internet dengan melalui browsing , dan banyak hal yang dapat kita gunakan untuk proses pembelajaran atau bimbingan tentunya perlu ada ATM (<em><strong>Ambil Tiru dan Modifikasi</strong></em>) sehingga bapak/ibu guru pembimbing  jangan kalah dengan peserta didik mengingat anak-anak sekarang sudah pandai menggunakan media internet.</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p><img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2007/06/ketua-stim.jpg" alt="Drs. Bambang Susilo D., MM" style="border: 4px solid #cccccc" /></p>
<p style="text-align: justify">Tantangan kedepan dalam proses pembelajaran yang saya tahu adalah menggunakan berbagai media diantaranya ICT (<em>Informatics and Communication Technology</em>) STIM YKPN Yogyakarta siap menjalin kerja sama dalam membantu bapak ibu guru pembimbing  meningkatkan profesionalisme paedagogik dan kinerja yang jelas bapak dan ibu tidak ketinggalan dalam memperoleh informasi. Ditahun-tahun yang akan datang  kami siap memabntu dengan menyediakan fasilitas terutama lab TIK bisa dipakai dan bisa diatur dan terjadwal yang jelas disini hari Sabtu Laboratorium TI bisa dipakai oleh bapak dan Ibu untuk mengembangkan bahan bimbingan. </p>
<p style="text-align: justify">Ucapan terima kasih dari MGP SMA, MA dan SMP, MTs, kepada Ketua STIM YKPN Yogyakarta dan Dosen Pengajar yang telah membantu kami dalam membuat bahan ajar dengan materi internet  Semoga semua amalan yang baik bapak dan Ibu Dosen menjadi tabungan di surga nanti Amin.</p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=16&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/06/25/workshop-ict-guru-pembimbing-2007-ditutup.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Drs. DARNO, MA. Membuka Workshop ICT Guru Pembimbing SMA, MAN, SMP dan MTs Kota Yogyakarta di STIM YKPN Yogyakarta</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/06/22/workshop-ict-guru-pembimbing-2007.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/06/22/workshop-ict-guru-pembimbing-2007.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 07:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/06/22/workshop-ict-guru-pembimbing-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Kamis tanggal 21 Juni 2007 Drs. Darno, MA. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta didampingi Ketua STIM YKPN Yogyakarta membuka secara resmi Workshop ICT Guru Pembimbing SMA, MAN, SMP dan MTs se-Kota Yogyakarta. Hal ini perlu dilakukan seiring dengan digulirkan Undang-Undang Guru pada bulan Desember tahun 2005, tuntutan profesional guru pembimbing semakin diuji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pada hari Kamis tanggal 21 Juni 2007 Drs. Darno, MA. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta didampingi Ketua STIM YKPN Yogyakarta membuka secara resmi Workshop ICT Guru Pembimbing SMA, MAN, SMP dan MTs se-Kota Yogyakarta. Hal ini perlu dilakukan seiring dengan digulirkan Undang-Undang Guru pada bulan Desember tahun 2005, tuntutan profesional guru pembimbing semakin diuji untuk memberikan pelayanan yang profesional. Kenyataannya di lapangan, para guru pembimbing sering disalah-tafsirkan sebagai guru yang hanya bertugas menangani siswa bermasalah saja. Pada sisi yang lain Guru Pembimbing justru pasif dengan tidak memberikan layanan kepada semua siswa yang hal ini justru menjadi tugas dan tanggung jawabnya.</p>
<p><span id="more-13"></span><br />
<img src="http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2007/06/workshop-ict-2007.jpg" alt="Workshop ICT Guru Pembimbing 2007" style="border: 4px solid #cccccc" /></p>
<p style="text-align: justify">Fenomena dilapangan kemajuan teknologi telekomunikasi, media dan informatika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global mengubah pola dan cara berkegiatan institusi masyarakat, industri maupun pemerintah. Perkembangan TIK memberikan kesempatan yang lebih luas kepada dunia pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan memanfaatkan TIK proses belajar dapat lebih menyenangkan dan pemahaman menjadi lebih mudah. Dengan dukungan TIK, khususnya melalui jaringan internet, sumber bahan belajar siswa dan ketersediaan informasi tidak terbatas pada guru pembimbing maupun buku pelajaran di kelas</p>
<p style="text-align: justify">Dengan demikian menunjukkan bahwa guru pembimbing tidak hanya memberikan layanan tetapi juga dituntut untuk memiliki kompetensi dalam pengembangan profesinya dengan pembuatan bahan ajar dalam bentuk layanan dan penulisan karya ilmiah. Hal ini merupakan wahana untuk mengembangkan minat peneltian guru pembimbing sehingga terwujud sosok guru yang berkompeten dalam memberikan layanan sekaligus memiliki wawasan peneltian ilmiah yang memadai.</p>
<p style="text-align: justify">Adapun tujuan dari workshop ini adalah; Setelah mengikuti workshop tentang pembuatan bahan ajar (bimbingan) yang berbasis ICT yang nantinya bahan tersebut akan di-<em>upload</em> ke pembelajaran e-learning, peserta workshop diharapkan akan dapat menerapkan berbagai konsep, teori dan praktik dalam pembuatan bahan ajar yang menarik bagi siswa serta pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang PAKEM. Disamping itu guru pembimbing diharapkan mampu untuk menggali data dan informasi sebagai sumber memberikan layanan bimbingan dan konseling  dalam keseluruhan proses pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)/ICT (<em>Informatics and Communication Technology</em>)</p>
<p style="text-align: justify">Sedangkan Materi yang diberikan dalam workshop adalah Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta tentang Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam KTSP, Teknik Pembuatan dan Pengembangan Bahan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Yang berbasis ICT, Praktek Pembuatan dan Pengembangan Bahan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Yang berbasis ICT terintegrasi dengan Internet dan pengenalan E-Learning, Reposisi dan Reformasi Bimbingan dan Konseling Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kedudukan Bimbingan dan Konseling Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Implementasi dan Supervisi Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify">Adapun Pemberi Materi adalah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota, Universitas Negeri Yogyakarta Pengajar dari LPMP Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pengurus MGP Kota Yogyakarta. Acara ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 21 s.d 23 Juni 2007</p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=13&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/06/22/workshop-ict-guru-pembimbing-2007.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dr. Sungkowo Menutup Workshop Bahan Ajar dan Ujian Berbasis ICT Angkatan 2</title>
		<link>http://bandono.web.id/2007/06/20/dr-sungkowo-menutup-workshop-ict-angkatan-2.php</link>
		<comments>http://bandono.web.id/2007/06/20/dr-sungkowo-menutup-workshop-ict-angkatan-2.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 06:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drs. Bandono, MM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandono.web.id/2007/06/22/dr-sungkowo-menutup-workshop-bahan-ajar-dan-ujian-berbasis-ict-angkatan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Sabtu tanggal 16 Juni 2007, Direktur Pembinaan SMA Dr. Sungkowo menutup secara resmi kegiatan pengembangan bahan ajar dan ujian berbasis ICT di wisma Ever Green Puncak Cisarua Bogor. Dalam sambutannya mengatakan bahwa icon SMA adalah IT (Information Technology). Tanpa IT sebuah SMA tidak menunjukkan ciri sebagai SMA. Diharapkan para peserta yang bagus adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pada hari Sabtu tanggal 16 Juni 2007, Direktur Pembinaan SMA Dr. Sungkowo menutup secara resmi kegiatan pengembangan bahan ajar dan ujian berbasis ICT di wisma Ever Green Puncak Cisarua Bogor. Dalam sambutannya mengatakan bahwa <em>icon</em> SMA adalah IT (<em>Information Technology</em>). Tanpa IT sebuah SMA tidak menunjukkan ciri sebagai SMA. Diharapkan para peserta yang bagus adalah peserta yang memiliki ketrampilan yang baik walaupun keberhasilannya sangat bervariasi. Perbedaan itu akan menjadi sebuah tantangan para guru dilapangan (di sekolah masing) mengingat tuntutan dan perkembangan hal tersebut memotivasi seluruh peserta Workshop untuk ikut mengembangkan ICT di daerah masing masing.</p>
<p><span id="more-12"></span><br />
<img src='http://bandono.web.id/wp-content/uploads/2007/06/workshop-evergreen.jpg' alt='Workshop Bahan Ajar dan Ujian Berbasis ICT' style="border: 4px solid #cccccc" /></p>
<p style="text-align: justify">Peserta yang ada di sini adalah peserta yang diambil dari sekolah rintisan lokal untuk kategori sekolah mandiri dengan harapan Dinas akan membuat sistem dengan guru-guru yang sudah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi fasilitator di sekolah masing-masing.Kegiatan ini akan dilanjutkan untuk berkomunikasi antar peserta sekolah atau peserta dengan Dinas dimana dengan adanya komunikasi ini dapat meningkatkan kualitas guru dan sekolah dalam penguasaan IT juga sebagai salah satu kompetensi yang harus di miliki oleh seorang guru.</p>
<ol style="margin-left: 20px">
<li>Dengan menguasai IT guru dapat memotivasi siswa agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan sesuai dengan minat dan kemampuannya.</li>
<li>Seorang guru memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu sekolah dan dirinya seperti mutu keimanan aklak dan budi pekerti luhur.</li>
<li>Memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan bidang yang akan diajarkan di sekolah sehingga menjadi guru yang profesional.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Berbicara tentang mutu berarti berbicara tentang proses pembelajaran dengan metode berbasis IT, dengan menguasai IT kita tidak akan tertinggal dengan dari sekolah lain, maka harapan dari Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah mulailah ditanamkan agar anak-anak mencintai IT dan gunakanlah IT sebagai sumber belajar agar wawasan guru dan anak bertambah. Anak akan senang bila diberi tugas dengan IT karena menyediakan berbagai sumber belajar. Banyak perangkat lunak (<em>software</em>) yang tersedia di pasaran dapat dijadikan sumber belajar dan ini adalah salah satu cara untuk para guru meningkatkan kualitas diri dan berlatih menggunakan IT.</p>
<p style="text-align: justify">Saat ini sudah ada program kemitraan dengan nama <strong>Sister School</strong>. Program kemitraan ini dapat menambah kualitas sekolah kita masing-masing. Program kemitraan ini tidak berarti sekolah yang satu lebih baik dari sekolah yang lain, yang lebih ditekankan adanya pertukaran informasi untuk memperbaiki kualitas sekolah kita masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify">Selamat jalan kepada &#8220;Guru-guru tangguh&#8221; yang akan kembali ke daerah dan diharapkan tetap ada komunikasi antar guru dengan Dinas untuk perkembangan kearah kemajuan.</p>
<img src="http://bandono.web.id/?ak_action=api_record_view&id=12&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandono.web.id/2007/06/20/dr-sungkowo-menutup-workshop-ict-angkatan-2.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
